
Bangkalan. angkatberita id
Rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan sebutan vape kini semakin populer di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Di balik maraknya penggunaan perangkat ini, seorang pengguna aktif vape di Bangkalan,Joni (nama samaran) memberikan penjelasan terkait cara penggunaan hingga perbandingannya dengan rokok konvensional.
Joni mengungkapkan bahwa dalam dunia vaping, teknik menghisap dibagi ke dalam dua kategori, yaitu MTL (mouth to lung) dan DTL (direct to lung).
“Untuk MTL, uap ditahan di mulut terlebih dahulu, baru diarahkan ke tenggorokan dan paru-paru. Sedangkan DTL langsung dihisap ke paru-paru dan dikeluarkan melalui hidung,” jelasnya jelasnya saat ngobrol nyantai di salah satu cafe di Bangkalan, Kamis (31/7).
Ia menilai bahwa rokok elektrik memiliki beberapa keunggulan dibandingkan rokok tembakau. Menurutnya, vape lebih ekonomis, tidak menimbulkan bau menyengat, dan tidak meninggalkan residu lengket pada paru-paru seperti halnya asap hasil pembakaran rokok.
“Asap dari rokok tembakau itu mengandung zat padat yang menempel di tangan, dinding ruangan, bahkan di paru-paru. Vape hanya menghasilkan uap cairan, jadi lebih bersih,” tambah Joni.
Lebih lanjut, Joni yang mengaku telah menggunakan vape selama enam tahun mengklaim belum merasakan adanya keluhan kesehatan yang serius akibat penggunaannya. Ia juga menyebut bahwa harga liquid vape dan perawatannya lebih murah dibandingkan harga rokok konvensional yang terus naik.
“Bagi yang sudah terbiasa dengan vape, rokok biasa justru terasa tidak nyaman di lidah. Rasa dan baunya lebih tajam, bahkan bikin mual,” katanya.
Kendati demikian, Joni tidak menutup mata bahwa baik vape maupun rokok tembakau sama-sama mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Karena itu, ia mendorong para pengguna untuk secara perlahan mengurangi konsumsi nikotin dan mulai menjalani pola hidup sehat.
“Sebaiknya berhenti pelan-pelan. Nikotin tetap berisiko, entah dari uap atau asap. Kalau bisa, mulai sekarang biasakan olahraga dan makan makanan sehat dan seimbang,” tutupnya







Komentar