
Sumenep||angkatberita-Bocornya informasi rekrutmen dan penggajian pegawai Ikatan Kerjasama (IKS) yang ditengarai bertentangan dengan hukum membuat pimpinan RSUD Dr H Moh Anwar kelimpungan.
Buktinya, dalam beberapa hari terakhir, pejabat rumah sakit pelat merah itu sibuk membuat pencitraan RSUD untuk menutupi persoalan pegawai “siluman”.
“Gara-gara masalah itu (pegawai IKS), baru sekarang RSUD beriklan tiap hari hingga puluhan,” kata salah satu awak media kepada Angkat Berita.
Hanya saja, lanjut pria yang enggan disebutkan namanya itu, meski pihak rumah sakit menebar pencitraan, tapi tidak akan mampu menutupi “boroknya”.
“Alih-alih menebar pencitraan, pelayanan RSUD Dr H Moh Anwar selama ini memang sering dikeluhkan masyarakat,” tukasnya.
Bahkan, lantaran bocornya informasi mengenai penerimaan berbagai tunjangan yang nominalnya fantastis, para pimpinan RSUD kian panik.
Sebab, para pimpinannya tak hanya malu karena pelayanan rumah sakit yang sering dikeluhkan, tapi mereka juga merasa tak enak hati pada para karyawan yang menerima jaspel kecil.
“Para karyawan sekarang sudah tahu besaran tunjangan para pimpinan rumah sakit, meski tidak dilampirkan nominalnya saat tanda tangan pencairannya,” kata salah satu pegawai RSUD. (Asm)







Komentar