Retak Massal Proyek Rabat Beton di Sampang, Warga Duga Permainan Kualitas Ready Mix

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 14:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, angkatberita.id – Proyek infrastruktur rabat beton yang dibiayai dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Sampang kini menuai sorotan tajam.

Pasalnya, hasil pekerjaan di sejumlah desa dan kecamatan sudah mengalami retak-retak serius, padahal baru seumur jagung.

Pantauan tim di lapangan dan aduan masyarakat mengungkap bahwa kerusakan ini tidak terjadi secara sporadis, tapi masif dan berulang, terutama di desa-desa yang menggunakan sistem beton siap pakai (ready mix), sejumlah kecamatan yang terdampak di antaranya:

  • Jrengik
  • Torjun
  • Kedungdung
  • Sampang Kota
  • Robatal

Retakan tampak jelas di permukaan beton, lebar dan panjangnya bervariasi, namun cukup mengganggu fungsi dan estetika jalan, ironisnya, sebagian proyek ini baru selesai dicor kurang dari satu bulan terakhir.

“Kami menduga ada permainan dalam mutu bahan, ini bukan sekedar retak biasa, pekerjaan ini diduga tidak sesuai spesifikasi teknis,” ujar Sulhan salah satu warga Desa Komis, Kedungdung. Rabu (06/08/25)

Fakta yang mencuat, pencairan dana proyek dilakukan langsung ke rekening perusahaan penyedia ready mix, bukan ke rekening pemerintah desa sebagaimana mestinya dalam skema swakelola, kondisi ini memicu dugaan adanya pola terselubung dalam pelaksanaan proyek, di mana pemerintah desa seolah-olah hanya menjadi pelengkap administrasi tanpa kendali penuh atas mutu pekerjaan.

“Kalau dana langsung ke pihak ketiga, lalu siapa yang bertanggung jawab kalau hasilnya cacat seperti ini? Desa tutup mata, penyedia lepas tangan?” cetus seorang tokoh pemuda di Robatal.

Upaya konfirmasi terhadap sejumlah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di beberapa desa tidak membuahkan hasil. Beberapa TPK dihubungi via telepon tidak mengangkat, pesan WhatsApp tidak dibalas.

Sementara itu, pihak perusahaan penyedia ready mix juga terkesan menutup diri, tidak ada pernyataan resmi maupun upaya perbaikan di lokasi proyek.

Melihat pola kerusakan dan alur keuangan yang tak transparan, warga mendesak dilakukan audit teknis dan investigasi mendalam oleh Inspektorat, DPMD, hingga APH jika perlu.

Mereka khawatir, ini bukan sekedar kelalaian teknis, tapi indikasi praktik pembiaran atau bahkan kongkalikong antara pihak desa dan penyedia.

“Kalau ini dibiarkan, desa hanya jadi alat proyek, rakyat yang rugi,” tegas warga Jrengik.

Retaknya proyek rabat beton ini bisa jadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan korupsi Dana Desa secara sistematis, terutama jika ditemukan adanya:

  • Penyedia tunggal di banyak desa
  • Penunjukan langsung tanpa proses pengadaan terbuka
  • Mutu ready mix di bawah standar

angkatberita.id akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan membuka ruang bagi laporan warga serta klarifikasi pihak-pihak terkait.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Diminta Turun! Proyek Pendidikan di Sampang Diduga Sarat Masalah

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru