Perwakilan Dinkes Temui Masa Aksi di Nilai tidak Kompeten: TerKesan Formalitas Saja

- Redaksi

Jumat, 16 Mei 2025 - 22:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP||angkatberita – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat Pragaan (Gempar) menggelar demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, yang di nilai tidak Kompeten hingga terkesan hanya formalitas. Kamis (16/5/2025).

Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, khususnya atas dugaan kelalaian penanganan pasien di Puskesmas Pragaan.

Namun sayangnya, aksi tersebut tidak direspons langsung oleh Bupati atau Wakil Bupati Sumenep karena keduanya tengah menghadiri agenda mendesak di luar kota.

Massa aksi hanya ditemui oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (Kabid SDM) Dinkes Sumenep, Moh. Nur Insan, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Elyati.

Kehadiran Nur Insan pun dinilai hanya sebagai formalitas semata.

“Yang datang ke tengah-tengah kami hanya boneka. Kami tanya soal SOP, soal penolakan pasien, soal oksigen dia bungkam. Tidak tahu apa-apa,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Misbahul Umam M.Z., dengan nada geram.

Baca Juga :  Aktivis Sumenep Laporkan Pabrik Ternak Pita Cukai Dan Pabrik Rokok Bodong di Sumenep

Umam menuding Dinkes Sumenep sangat lemah dalam sistem dan pelayanan.

Ia mempertanyakan pembagian oksigen yang dinilai tidak proporsional antar Puskesmas, serta ketidakjelasan rujukan kebijakan yang mendasarinya.

“Kalau seperti ini, SDM kita rusak. Dinkes hanya simbol. Kami kecewa berat,” tambahnya.

Aksi sempat memanas karena massa merasa tidak puas dengan penjelasan dari perwakilan Dinkes.

Situasi nyaris tak terkendali hingga akhirnya massa sepakat mengakhiri aksi di kantor Pemkab dengan ultimatum dalam waktu 7×24 jam, mereka menuntut penyelesaian dari pihak eksekutif dan dinas terkait.

Tidak berhenti di situ, massa kemudian melanjutkan aksi mereka ke Gedung DPRD Kabupaten Sumenep.

Namun, mereka menghadapi kendala karena sulit bertemu secara langsung dengan anggota Komisi IV DPRD yang membidangi kesehatan.

Baca Juga :  Mafia Solar Menyusun Fitnah, Ketika Polisi Dikorbankan Demi Bisnis Haram

Setelah melalui proses alot, mereka akhirnya ditemui sebagian anggota dewan.

Dalam pertemuan tersebut, Gempar menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Pemecatan Kepala Puskesmas yang bersangkutan.

2. Pemecatan Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

3. Pemecatan perawat yang bertugas di UGD pada hari kejadian karena menolak pasien.

4. Penuntasan kasus dalam waktu 7×24 jam atau mereka akan menggelar aksi besar-besaran.

Komisi IV DPRD Sumenep menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan menjadwalkan pemanggilan pihak-pihak terkait pada Kamis atau Jumat mendatang.

“Kami akan terus kawal ini. Jika tidak ada progres dalam waktu yang kami beri, maka kami akan turun dengan massa yang lebih besar,” tutup Umam tegas.(asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru