Pencurian Artefak Cakraningrat: Luka Batin Madura dan Pengkhianatan terhadap Warisan Leluhur

- Redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 16:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan.angkatberita.id

Hilangnya dua artefak bersejarah dari Museum Cakraningrat Bangkalan memicu kemarahan besar dari Dinasti Madura. Mereka menilai pencurian ini bukan sekadar kehilangan benda, tetapi bentuk penghinaan terhadap martabat budaya dan pengkhianatan sejarah leluhur.

Dua benda yang dicuri — lempengan kuningan dari gamelan Ki Ratna Dumilah dan sebuah lonceng kuno — memiliki nilai sejarah luar biasa. Gamelan tersebut merupakan mahar pernikahan antara Susuhunan Pakubuwana VII (Kasunanan Surakarta) dan puteri Sultan Cakraadiningrat II dari Madura, simbol penyatuan dua dinasti besar Nusantara. Sedangkan lonceng kuno adalah lambang kehormatan politik Sultan Cakraadiningrat yang pernah menerima tanda jasa dari Raja Belanda sebagai pengakuan status dan martabat Madura.

Baca Juga :  SMPN 1 Tanah Merah Jadi Sekolah Terinovatif, Terapkan CBT dan Sistem Presensi Digital

Pemangku Adat Dinasti Madura, RM. Agus Suryoadikusumo, menyebut peristiwa ini sebagai “pengkhianatan terhadap amanah budaya” dan menduga adanya keterlibatan orang dalam. “Ini bukan sekadar pencurian benda, tapi pencurian sejarah,” tegasnya.

Baca Juga :  Dua Pengacara Muda Perkuat Barisan dan Soliditas WPK di Bangkalan.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Bangkalan (Nomor: STTLPM/443/Satreskrim/VIII/2025/SPKT/Polres Bangkalan). Dinasti Madura mendesak aparat segera menuntaskan penyelidikan, menangkap pelaku, serta mengembalikan artefak-artefak tersebut demi menjaga marwah budaya dan sejarah Madura dari kepunahan.

 

Robin 

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru