
Bangkalan.angkatberita.id
Hilangnya dua artefak bersejarah dari Museum Cakraningrat Bangkalan memicu kemarahan besar dari Dinasti Madura. Mereka menilai pencurian ini bukan sekadar kehilangan benda, tetapi bentuk penghinaan terhadap martabat budaya dan pengkhianatan sejarah leluhur.
Dua benda yang dicuri — lempengan kuningan dari gamelan Ki Ratna Dumilah dan sebuah lonceng kuno — memiliki nilai sejarah luar biasa. Gamelan tersebut merupakan mahar pernikahan antara Susuhunan Pakubuwana VII (Kasunanan Surakarta) dan puteri Sultan Cakraadiningrat II dari Madura, simbol penyatuan dua dinasti besar Nusantara. Sedangkan lonceng kuno adalah lambang kehormatan politik Sultan Cakraadiningrat yang pernah menerima tanda jasa dari Raja Belanda sebagai pengakuan status dan martabat Madura.
Pemangku Adat Dinasti Madura, RM. Agus Suryoadikusumo, menyebut peristiwa ini sebagai “pengkhianatan terhadap amanah budaya” dan menduga adanya keterlibatan orang dalam. “Ini bukan sekadar pencurian benda, tapi pencurian sejarah,” tegasnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Bangkalan (Nomor: STTLPM/443/Satreskrim/VIII/2025/SPKT/Polres Bangkalan). Dinasti Madura mendesak aparat segera menuntaskan penyelidikan, menangkap pelaku, serta mengembalikan artefak-artefak tersebut demi menjaga marwah budaya dan sejarah Madura dari kepunahan.
Robin







Komentar