Museum Cakraningrat Terabaikan: Disbudpar Bangkalan Dinilai Lalai, Dua Artefak Bersejarah Raib

- Redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 17:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan.angkatberita.id

 Hilangnya dua benda bersejarah milik Museum Cakraningrat Bangkalan Madura membuka tabir suram tentang buruknya pengelolaan dan pengawasan terhadap salah satu aset bersejarah di Madura tersebut. Kritik keras datang dari RP. Salman Alrosyid Dungmoso, pemilik museum uang Perusnia dan salah satu trah keluarga besar Cakraningrat, yang menilai pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Bangkalan telah lalai menjalankan tanggung jawabnya.

“Pengawasan dan pemeliharaan museum sangat tidak maksimal. Sampean bisa cek sendiri, saklar lampunya rusak, lampunya mati semua, dan kondisi museumnya kotor sekali. Koleksi banyak berdebu, tidak terurus,” tegas Salman saat ditemui, Sabtu (11/10).

Ia menyoroti tiga hal utama yang menunjukkan lemahnya pengelolaan museum yaitu; keamanan, fasilitas listrik, dan kebersihan.

Menurutnya, tidak ada penjagaan sama sekali di area museum, bahkan pada malam hari pintu museum kerap terbuka tanpa pengawasan petugas.

“Nggak ada yang jaga. Jangankan CCTV, listrik dan lampu saja rusak semua,” imbuhnya geram.

Baca Juga :  H. Munaji Warga Pamekasan Yang Kini Aktif Sebagai PNS diduga Jadi Mafia Rokok Ilegal

Salman menyebut kondisi ini sudah berlangsung selama dan bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti dari pihak Disbudpar.

Ia mengungkapkan bahwa satu-satunya perbaikan yang dilakukan hanyalah pada bagian atap plafon yang ambruk, sementara sistem penerangan dan instalasi listrik di ruang koleksi tetap dibiarkan rusak.

“Beberapa tahun lampu dan penerangan tidak ada. Saklar rusak pun tidak diperbaiki. Kebersihan juga sangat memprihatinkan. Saya malu kalau mengantar mahasiswa ke sana, karena tidak ada satu pun lampu yang menyala,” ujarnya.

Salman juga mempertanyakan sikap pasif Disbudpar Bangkalan dalam menanggapi kasus pencurian yang terjadi. Menurutnya, dua artefak bersejarah berupa gamelan dan lonceng kuno tersebut hilang pada 4 Agustus 2025, namun baru dilaporkan ke pihak kepolisian pada 7 Agustus dan mempublikasikannya baru setelah dua bulan.

“Mengapa Disbudpar baru mengumumkan kehilangan itu setelah sekian lama, apa mereka takut aibnya terbongkar? Padahal mereka punya media sosial seperti Instagram dan Facebook yang bisa digunakan untuk publikasi cepat. Publik berhak tahu sejak awal,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Optimis Akatara Gas Facility Dongkrak APBD dan Penuhi Kebutuhan Energi Masyarakat

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangkalan. Minimnya perhatian terhadap perawatan, fasilitas, serta keamanan museum yang menyimpan sejarah panjang Kesultanan Cakraningrat menunjukkan adanya kelalaian struktural dalam pengelolaan aset budaya daerah.

Salman juga mendesak agar Bupati Bangkalan turun tangan langsung untuk mengevaluasi kinerja Disbudpar. Menurutnya, anggaran perawatan museum yang setiap tahun dialokasikan dari APBD patut dipertanyakan penggunaannya.

“Kalau anggaran perawatan itu ada, lalu ke mana realisasinya selama ini? Karena kondisi museum jelas-jelas menunjukkan tanda-tanda keterlantaran,” ungkapnya.

Kejadian ini bukan hanya soal kehilangan benda bersejarah, menurutnya juga kehilangan wibawa pemerintah daerah dalam menjaga warisan leluhur Madura. Museum Cakraningrat seharusnya menjadi pusat edukasi dan kebanggaan budaya, bukan simbol pembiaran dan kelalaian birokrasi.

Robin

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru