
SUMENEP||angkatberita – Membeludaknya “pegawai siluman” di RSUD Dr H Moh. Anwar, Sumenep, Jawa Timur menjadi perhatian Komisi I DPRD Sumenep. Komisi yang membawahi bidang pemerintahan, hukum, dan keamanan itu mendesak supaya Bupati turun tangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.
Seperti diberitakan, terdapat 52 orang yang digaji dari belanja pegawai. Mereka menjadi pegawai rumah sakit pelat merah itu melalui jalur Ikatan Kerja Sama (IKS).
Dari jumlah tersebut, dua diantaranya adalah spesialis anak dan onkologi. Sementara, 50 pegawai lainnya ditengarai merupakan “pegawai titipan”.
Puluhan pegawai yang diduga lewat “jalur belakang” itu terungkap saat sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) berunjukrasa di halaman Kantor Bupati, 20 Mei 2025.
Anggota DPRD Komisi I, Ahmad Juhairi mengungkapkan keprihatinannya atas temuan yang terjadi di sektor utama layanan kesehatan.
“Sangat memperihatinkan kalau memang benar kondisi di lapangan seperti itu, karena hal itu menyangkut tentang nyawa pasien,” ungkapnya.
Untuk itu, politisi dari Fraksi Nasdem itu mendesak supaya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo serius menindaklanjuti temuan tersebut.
“Saya mendesak Bupati Sumenep untuk menindaklanjuti temuan itu di lapangan,” katanya kepada Angkat Berita, 23 Mei 2025.
Jika memang data yang disampaikan msyarakat itu terbukti, lanjut Juhairi, maka pihak-pihak terkait harus secara tegas disanksi. Apalagi, para pegawai itu sudah digaji dari uang rakyat melalui belanja pegawai.
“Jika memang ditemukan adanya kebijakan yang bermuatan KKN dalam pengangkatan ataupun rekrutmen pegawai di RSUD, maka oknum-oknum yang terlibat harus ditindak tegas sesuai aturan yang ada,” tegasnya.
Sementara, Pelaksana harian (Plh) Direktur RSUD Dr H Moh. Anwar Sumenep drg Elya Fardasah enggan mengomentari pengangkatan “pegawai siluman” di rumah sakit pelat merah yang dinakhodainya.
“Terkait kebijakan pengangkatan, silakan ditanyakan ke Bu Dir (dr. Erliyati) setelah haji,” tulisnya melalui pesan singkat.
Untuk diketahui, Direktur RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep dr Erliyati melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, sehingga tampuk kekuasaan di rumah sakit diserahkan pada Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah.
Informasinya, pemindahan pelaksana harian itu baru kali pertama diserahkan kepada orang luar rumah sakit dalam sejarah kepemimpinan rumah sakit pelat merah di Kota Keris.(asm)







Komentar