SUMENEP||angkat berita – Mutasi Kasubbag TU Naiem dari UPT Puskesmas Pragaan ke UPT Puskesmas Ganding menuai berbagai sorotan. Pasalnya, selain tidak tepat, mutasi tersebut dianggap hanya untuk meredam emosi warga.
Lin Rundani, tokoh masyarakat setempat mengatakan, mutasi yang dilakukan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep hanya gimik.
Menurut Lin, didepaknya Kasubbag TU tidak menyentuh substansi persoalan. Sebab, penanggung jawab utama pelayanan di puskesmas adalah pimpinannya.
“Apa maksud Dinkes yang hanya memutasi Kasubbag TU saja, dan tidak menyentuh yang seharusnya disentuh (Kapus),” katanya (25/05/25).
Menurutnya, pemutasian Naiem ditengarai hanya untuk menyelamatkan posisi pimpinan puskesmas dan Dinkes P2KB, sehingga mereka bisa “cuci tangan”.
Seperti diberitakan, berdasarkan surat dari Dinkes P2KB, Kasubbag TU Naiem resmi dimutasi ke UPT Puskesmas Ganding, tertanggal 1 Juni 2025 hingga 31 Desember 2025. Surat itu ditandatangani langsung oleh Kepala Dinkes P2KB, tertanggal 22 Mei 2025.
Naiem dinilai sebagai orang yang bertanggung jawab atas kosongnya tabung gas oksigen di UPT Puskesmas Pragaan, sehingga menyebabkan pasien Salim harus ditolak.
Bahkan karena penolakan itu terpaksa AB, cucu Si Pasien harus mencari tabung oksigen sendiri, hingga akhirnya AB mengalami kecelakaan dan meninggal dunia 13 Mei 2025.(asm)






Komentar