Kembali, SMAN 1 Bangkalan Diduga Lakukan Bisnis Seragam Jutaan Rupiah, Praktisi Hukum: Pungli!

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 16:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

  1. Bangkalan.angkatberita.id

SMAN 1 Bangkalan, yang merupakan sekolah favorit di kota Dzikir dan Shalawat, kini kembali menjadi sorotan publik yang diduga melakukan bisnis terselubung lewat penjualan kain seragam dan atribut siswa baru (tahun ajaran 2025) dengan harga mencapai jutaan rupiah. Dimana tahun sebelumnya SMAN 1 Bangkalan juga pernah disorot oleh salah satu Komunitas media lokal adanya dugaan praktik pungli. Dugaan tersebut melibatkan oknum guru yang menjual beberapa buku paket kepada siswa dengan harga tidak relevan.

Dalam kaitannya, seorang praktisi hukum Surabaya, Ahmad Mudabbir, menegaskan praktik tersebut jelas melanggar aturan.

“Sekolah negeri tidak boleh dijadikan lahan bisnis. Kalau benar ada jual beli seragam dengan harga fantastis, itu sudah masuk pungutan liar,” tegasnya, Minggu (17/8).

Menurutnya, modus ini bukan hal baru dan sering dikemas seolah resmi. Padahal, aturan sudah jelas menyebutkan, harga kain seragam sudah ditetapkan melalui Surat Edaran Disdik Jatim, yakni Rp 195 ribu untuk KW1 dan Rp 175 ribu untuk KW2. Orang tua juga tidak wajib membeli seragam di sekolah, sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022.

Mudabbir menegaskan, biaya operasional sekolah negeri sudah ditanggung negara melalui Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan APBN. Karena itu, alasan kebutuhan operasional tidak bisa dijadikan pembenaran.

“Jangan sampai sekolah negeri berubah jadi pasar gelap seragam. Aparat penegak hukum harus segera turun tangan,” ujarnya lagi.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar bersikap tegas. Jika tidak, pihaknya siap menggandeng masyarakat untuk melakukan investigasi dan melaporkan dugaan pungutan liar ke aparat berwenang.

 

Baca Juga :  RS Anna Medika Tegaskan Tidak Ada Penolakan Pasien, Manajemen Akui Terjadi Miskomunikasi

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru