
Sumenep||angkatberita – Tragedi memilukan menimpa Masrul, warga Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Ia meluapkan kemarahannya atas pelayanan Puskesmas Pragaan yang dinilai lalai dan tidak maksimal, hingga menyebabkan keluarganya meninggal dunia dalam kecelakaan tragis.
“Pelayanan kesehatan dan Kepala UPT Puskesmas Pragaan sampai hari ini tidak becus, hingga keluarga saya jadi korban,” ujar Masrul dengan nada penuh emosi kepada media ini.
Menurut penuturannya, insiden bermula saat ia bersama keluarganya, A.B., membawa sang kakek untuk mendapatkan penanganan medis ke Puskesmas Pragaan. Namun, setibanya di Unit Gawat Darurat (UGD), petugas menyampaikan bahwa pasien membutuhkan oksigen. Ironisnya, Puskesmas tidak memiliki stok oksigen sama sekali.
“Bayangkan, pusat kesehatan masyarakat tidak punya oksigen! Akhirnya A.B. keluar untuk mencari ke klinik lain, tapi di perjalanan justru ditabrak truk dan meninggal dunia,” jelas Masrul.
Ia menyebut kejadian ini sebagai bentuk kekejaman yang terstruktur dan sistematis. Menurutnya, alasan pihak Puskesmas yang menyatakan kekosongan oksigen sebagai bagian dari koordinasi distribusi dengan RSUD dr. H. Moh. Anwar, justru memperjelas ketidakmampuan sistem layanan kesehatan daerah.
“Kalau oksigen tidak tersedia dan pasien butuh segera, apakah pasien disuruh menunggu ajal? Ini sama saja pembunuhan berkedok aturan,” tegasnya dengan nada geram.
Masrul menuntut perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dinas Kesehatan, hingga Komisi IV DPRD Sumenep. Ia berharap tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat lemahnya sistem layanan kesehatan di daerah.
“Saya minta Bupati, Wakil Bupati, Dinkes, dan Komisi IV DPRD segera bertindak. Jangan tunggu ada korban berikutnya!” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Pragaan belum memberikan klarifikasi resmi atas kejadian tersebut.(asm)







Komentar