Keluarga Jadi Korban, Warga Kecam Pelayanan Puskesmas Pragaan: “Ini Pembunuhan Berkedok Aturan”

- Redaksi

Rabu, 14 Mei 2025 - 08:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep||angkatberita – Tragedi memilukan menimpa Masrul, warga Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Ia meluapkan kemarahannya atas pelayanan Puskesmas Pragaan yang dinilai lalai dan tidak maksimal, hingga menyebabkan keluarganya meninggal dunia dalam kecelakaan tragis.

“Pelayanan kesehatan dan Kepala UPT Puskesmas Pragaan sampai hari ini tidak becus, hingga keluarga saya jadi korban,” ujar Masrul dengan nada penuh emosi kepada media ini.

Menurut penuturannya, insiden bermula saat ia bersama keluarganya, A.B., membawa sang kakek untuk mendapatkan penanganan medis ke Puskesmas Pragaan. Namun, setibanya di Unit Gawat Darurat (UGD), petugas menyampaikan bahwa pasien membutuhkan oksigen. Ironisnya, Puskesmas tidak memiliki stok oksigen sama sekali.

Baca Juga :  Tragis di Giligenting, Ayah Tewas Diduga Dianiaya Anak Kandung

“Bayangkan, pusat kesehatan masyarakat tidak punya oksigen! Akhirnya A.B. keluar untuk mencari ke klinik lain, tapi di perjalanan justru ditabrak truk dan meninggal dunia,” jelas Masrul.

Ia menyebut kejadian ini sebagai bentuk kekejaman yang terstruktur dan sistematis. Menurutnya, alasan pihak Puskesmas yang menyatakan kekosongan oksigen sebagai bagian dari koordinasi distribusi dengan RSUD dr. H. Moh. Anwar, justru memperjelas ketidakmampuan sistem layanan kesehatan daerah.

Baca Juga :  SPPT Karangpenang Onjur Dikuasai Oknum, Camat Karangpenang Dinilai Lepas Tangan

“Kalau oksigen tidak tersedia dan pasien butuh segera, apakah pasien disuruh menunggu ajal? Ini sama saja pembunuhan berkedok aturan,” tegasnya dengan nada geram.

Masrul menuntut perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dinas Kesehatan, hingga Komisi IV DPRD Sumenep. Ia berharap tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat lemahnya sistem layanan kesehatan di daerah.

“Saya minta Bupati, Wakil Bupati, Dinkes, dan Komisi IV DPRD segera bertindak. Jangan tunggu ada korban berikutnya!” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Pragaan belum memberikan klarifikasi resmi atas kejadian tersebut.(asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru