Breaking News

Diduga Viral Konvoi Ugal-ugalan Oknum Siswa MTsN 2 Pasuruan Resahkan Pengendara, Respon Humas Sekolah Disayangkan

Okik Direktur - Penulis
2 menit baca9 tayangan

PASURUAN – ( ANGKAT BERITA )Aksi konvoi suporter yang melibatkan oknum siswa MTsN 2 Pasuruan menuai sorotan tajam publik. Kegiatan yang sejatinya bertujuan memberikan dukungan dalam ajang pertandingan olahraga tersebut justru berujung pada aksi ugal-ugalan di jalan raya hingga memicu kecelakaan lalu lintas.jumat (4/9/26)

Berdasarkan fakta di lapangan, sejumlah siswa terlihat berkendara secara arogan di jalan umum. Sebagian dari mereka masih mengenakan seragam sekolah, sementara yang lain sengaja menutupi identitas seragamnya. Padahal, pihak sekolah mengklaim telah mengimbau para siswa untuk tidak berangkat secara berombongan di jalan raya demi menjaga ketertiban umum. Namun, imbauan dari pihak pendidik tersebut tampaknya tidak diindahkan oleh sebagian oknum siswa.

Satu Pengendara Motor Listrik Jatuh Akibat Aksi Arogan

Akibat ketidakpatuhan dan kelakuan ugal-ugalan oknum siswa di jalan raya, sebuah insiden kecelakaan tak terelakkan. Seorang sopir mobil yang melintas mengungkapkan bahwa ia terpaksa membanting setir untuk mehindari rombongan konvoi motor siswa yang melaju membahayakan.

Sayangnya, manuver penghindaran tersebut menyebabkan mobil menyenggol seorang pengendara sepeda motor listrik hingga terjatuh ke bahu jalan. Beruntung, pengendara wanita tersebut hanya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan. Bukannya bertanggung jawab, rombongan siswa yang memicu insiden tersebut justru melarikan diri dari lokasi kejadian.

Kritik Terhadap Sikap Humas Sekolah

Aksi ugal-ugalan ini memicu keprihatinan masyarakat terkait etika dan kesopanan para pelajar di ruang publik. Kejadian ini kian disayangkan ketika awak media berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi ke pihak MTsN 2 Pasuruan.

Kedatangan jurnalis yang berniat menghimpun informasi secara berimbang justru mendapat respons yang kurang menyenangkan dari oknum Humas sekolah berinisial W. Pihak Humas diduga bersikap defensif dan menilai kedatangan media hanya untuk mencari-cari kesalahan lembaga pendidikan tersebut.

Atas kejadian ini serta respons kurang bersahabat dari pihak internal sekolah, permasalahan ini rencananya akan diteruskan dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan agar mendapatkan perhatian serta evaluasi mendalam(Kik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Nasional

Artikel Populer