Breaking News

Diduga Graha Sehat Medika Kota Pasuruan dari Oknum Petugas Security kurang baik

Okik Direktur - Penulis
2 menit baca13 tayangan

Pasuruan – (ANGKAT BERITA)  yang melibatkan perlakuan kurang menyenangkan

dari oknum petugas keamanan terhadap seorang pengunjung lansia menjadi sorotan publik. Rabu (26/8/26)

Kejadian ini memicu kritik keras terkait minimnya standar pelayanan humanis di fasilitas kesehatan serta lemahnya respons manajemen rumah sakit dalam menangani keluhan masyarakat.

Kronologi Kejadian: Maksud Membesuk Berujung Intimidasi

Peristiwa ini dialami oleh orang tua dari seorang pasien berinisial L yang dirawat di RS Graha Sehat Medika.

Sang ibu yang sudah berlanjut usia datang dari tempat jauh dengan tujuan menjenguk anaknya. Namun, saat kendaraan yang ditumpangi berhenti sebentar di area yang dianggap melanggar aturan parkir, dua oknum petugas keamanan bernama Samsul Arifin dan Islahudin merespons situasi tersebut secara berlebihan.

Bukan memberikan arahan atau petunjuk lokasi parkir yang benar secara santun, kedua petugas tersebut justru menegur lansia itu dengan nada tinggi dan membentak. L selaku pihak keluarga menyatakan kekecewaannya atas sikap arogan para petugas penertiban tersebut.

“Jika memang ada kekeliruan posisi parkir, seharusnya disampaikan secara sopan dan baik-baik. Orang tua saya sudah sepuh dan datang jauh-jauh hanya untuk menjenguk.

Tidak ada alasan untuk menegur mereka dengan membentak-bentak,” tegas L.

Ketegangan makin memuncak ketika salah satu petugas keamanan diduga mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan membawa-bawa nama “beking Mabes Polri” saat berinteraksi dengan keluarga pasien.

Pentingnya Komunikasi Humanis di Fasilitas Kesehatan

Rumah sakit merupakan lingkungan yang sarat dengan tekanan emosional, baik bagi pasien maupun keluarga yang sedang mendampingi proses penyembuhan.

Oleh karena itu, seluruh elemen staf—mulai dari tenaga medis hingga personel keamanan (security)—dituntut memiliki standar etika komunikasi yang mengedepankan empati, kesabaran, dan pendekatan persuasif, khususnya terhadap kelompok rentan seperti lansia.

Tindakan represif dan pengagulan kekuasaan oleh personel garda terdepan tidak hanya mencoreng citra institusi kesehatan, tetapi juga berpotensi menambah beban psikologis bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.

Respons Manajemen RS Graha Sehat Medika yang Dinilai Pasif

Hal lain yang turut disayangkan oleh pihak keluarga dan masyarakat adalah respons manajemen RS Graha Sehat Medika dalam menyelesaikan polemik ini. Pihak manajemen hanya memfasilitasi pertemuan tingkat bawah bersama perwakilan Aliansi Madura Indonesia (AMI), tanpa menghadirkan pimpinan tertinggi yang berwenang mengambil keputusan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau ketegasan mengenai sanksi dan tindakan disipliner yang akan dijatuhkan kepada oknum petugas keamanan bersangkutan. Ketidakjelasan tindak lanjut ini memicu kekecewaan yang lebih mendalam terkait komitmen RS Graha Sehat Medika dalam menjaga mutu pelayanan dan kepuasan pengguna jasa medis.

Kini L sekarang masih dalam perawatan medis di RS R. Soedarsono Kota Pasuruan karena L sampai kepikiran dan kena bentak Oknum security sampai sakit sangking sampai ketakutan pihak Orsosing Satpam kini belum ada keputusan sama pihak RS GSM(kik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Nasional

Artikel Populer