MURATARA (ANGKAT BERITA) Musim kemarau yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, selama hampir tiga bulan mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Sejumlah sumur warga dilaporkan mulai mengering. Kondisi sungai yang selama ini menjadi sumber air masyarakat juga memprihatinkan.
Sungai Minak, Sungai Tiku hingga Sungai Rawas disebut mengalami pencemaran dengan kondisi air keruh dan berlumpur.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di wilayah hulu sungai.
Di tengah kondisi tersebut, pemandian yang berada di Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, kini justru ramai didatangi warga.
Lokasi yang sebelumnya merupakan tempat pemandian warga tersebut berubah menjadi salah satu tujuan Destinasi wisata masyarakat Muratara yang terdampak air keruh.sehingga masyarakat relah menghabiskan waktu yang cukup lama menikmati mandi dan mencuci pakaian di tempat tersebut
Mayoritas pengunjung diketahui berasal dari wilayah yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Rupit dan Sungai Rawas.
Seorang warga Desa Batu Gajah yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan pada wartawan pada Jumat 4 September 2026 kondisi kemarau membuat mereka kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Untuk mandi dan mencuci pakaian saja kami kesulitan mendapatkan air. Terpaksa kami mencari sumber air yang masih bisa digunakan,” ujarnya.
Ia mengaku harus menempuh perjalanan hingga belasan kilometer menggunakan sepeda motor untuk menuju lokasi pemandian di Desa Muara Tiku.
Tak hanya untuk mandi, warga juga membawa pakaian untuk dicuci di lokasi tersebut.
Menurutnya, kondisi ini menjadi beban tersendiri bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah yang sumber airnya mulai mengering.
Ia berharap pemerintah daerah bersama aparat kepolisian segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan air bersih sekaligus menertibkan aktivitas PETI di wilayah hulu sungai.
“Kami berharap pemerintah dan pihak kepolisian segera bertindak tegas terhadap aktivitas PETI di hulu Sungai Tiku, Sungai Minak dan Sungai Rawas. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” harapnya.
Warga berharap persoalan pencemaran sungai dapat segera ditangani sehingga sumber air yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat kembali dapat dimanfaatkan dengan aman.

Komentar