Camat Lenteng Bungkam, Diduga Kebagian “Jatah” dari Sewa Tenda Event Piala Bupati

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 12:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa, tenda Gelaran Festival Hadrah Piala Bupati Sumenep 2025,

Sumenep||https://Angkatberita.id– Gelaran Festival Hadrah Piala Bupati Sumenep 2025 di Kecamatan Lenteng terus menuai sorotan. Dugaan pungutan liar terhadap 20 kepala desa dalam bentuk sewa tenda Rp1 juta per desa, kini berkembang ke arah yang lebih mengkhawatirkan. Pasalnya, Camat Lenteng, Supardi, memilih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi terkait polemik tersebut.

Sikap diam seribu bahasa dari seorang camat yang seharusnya menjadi pengayom dan pelaksana teknis kebijakan bupati di tingkat kecamatan, justru memantik tanda tanya. Publik mulai menduga ada kongkalikong antara Camat Supardi dan pihak Event Organizer (EO) demi keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Menhan RI dan Panglima TNI Tegaskan Pertahanan sebagai Penopang Stabilitas Nasional

“Saya menduga camat kongkalikong dengan EO untuk kepentingan pribadi. Kalau memang tidak terlibat, harusnya terbuka dan klarifikasi,” ungkap salah satu warga Lenteng yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Juni sebagai Bulan Bung Karno itu sejatinya didanai penuh oleh APBD Kabupaten Sumenep, serta mendapat sokongan dari sejumlah OPD dan BUMD. Namun fakta di lapangan justru memunculkan praktik tarik pungutan ilegal dengan kedok “sewa tenda” yang tidak pernah disosialisasikan secara transparan.

Ironisnya, dana Rp1 juta per desa yang dipungut dari 20 desa di Kecamatan Lenteng tidak memiliki dasar regulasi yang jelas. Tidak ada nota, tidak ada kuitansi resmi dari panitia pelaksana. Semuanya serba kabur dan rawan dikategorikan sebagai pungli.

Baca Juga :  Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Pihak panitia maupun penyelenggara belum memberikan penjelasan rinci ke publik. Sementara itu, Camat Supardi—yang diketahui ikut dalam rapat-rapat koordinasi pelaksanaan event—terus menghindar dari konfirmasi media. Upaya untuk meminta klarifikasi langsung juga tak membuahkan hasil.

“Tidak di tempat,” “lagi rapat,” hingga “belum bisa ditemui,” menjadi jawaban rutin dari pihak kecamatan.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru