LANGSA/angkatberita.id – Perselisihan yang sempat terjadi di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Paya Bujok Seulemak, Kota Langsa, Aceh, berakhir dengan penyelesaian secara damai. Insiden yang videonya beredar luas di media sosial itu disebut dipicu oleh kesalahpahaman antara pihak Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) dan sejumlah relawan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perselisihan bermula setelah pihak KSPPG menerbitkan surat peringatan (SP) kepada salah seorang relawan. Penerima surat mempertanyakan dasar penerbitan SP tersebut karena mengaku tidak pernah menerima teguran ataupun penjelasan sebelumnya.
Sejumlah relawan kemudian mendatangi pihak KSPPG untuk meminta klarifikasi. Dalam proses tersebut terjadi adu mulut yang sempat berujung aksi saling dorong antarkedua belah pihak.
Mengetahui adanya ketegangan di lokasi, penanggung jawab MBG Paya Bujok Seulemak, Erni Handayani, segera datang untuk meredakan situasi. Setibanya di lokasi, ia meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan penyelesaian melalui musyawarah.
Di tengah beredarnya video insiden di media sosial, muncul narasi yang menyebut Erni Handayani ikut melakukan penyerangan terhadap Kepala KSPPG. Namun, pihak pengelola membantah informasi tersebut dan menyatakan Erni justru datang untuk melerai pertikaian yang sedang berlangsung.
Melalui pendekatan persuasif, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa memperpanjang konflik.
Kepala SPPG Paya Bujok Seulemak, Fahmi, membenarkan sempat terjadi cekcok dan aksi saling dorong. Namun, menurut dia, situasi segera terkendali setelah Erni Handayani tiba di lokasi.
“Saat itu memang sempat terjadi ketegangan. Beberapa relawan hendak menyerang saya, tetapi Ibu Erni datang dan langsung meleraikan. Kalau beliau tidak melerai, mungkin saya sudah terkena tendangan salah satu relawan,” kata Fahmi.
Ia juga menilai video yang beredar di media sosial tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa karena hanya menampilkan potongan kejadian tanpa konteks utuh.
Video tersebut sebelumnya menjadi perhatian warganet dan memicu beragam tanggapan di media sosial. Sejumlah pihak mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan isi video sebelum mengetahui kronologi lengkap peristiwa.
Saat ini, persoalan telah dinyatakan selesai melalui kesepakatan damai. Aktivitas di dapur MBG Paya Bujok Seulemak pun kembali berlangsung normal.

Komentar