
Sampang, angkatberita.id – Hingga kini, proyek saluran irigasi di Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, yang digarap melalui HIPPA P3A Adelia Jaya, belum dilaksanakan, meski dana sebesar Rp195 juta telah dicairkan sekitar dua minggu lalu, kondisi ini memicu sorotan tajam dari Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI).
Ahmad, Ketua GASI, menyampaikan kritik keras terkait keterlambatan pekerjaan. “Dana sudah ada, tapi pekerjaan belum dilaksanakan, ini jelas merugikan masyarakat dan bisa berpotensi menjadi kelalaian yang harus ditindak ,” tegas Ahmad, Senin (25/08). Ia menekankan, pengawasan internal HIPPA yang lemah menjadi salah satu faktor penyebab masalah ini.
Hingga hari ini, Senin (25/08), Ketua HIPPA Adelia Jaya, Samhari, belum memberikan jawaban terkait alasan belum dilaksanakannya proyek, ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan publik tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Ahmad menegaskan, GASI akan mendorong aparat terkait untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini. “Kami akan kawal sampai ada kejelasan, proyek yang seharusnya membantu petani jangan sampai menjadi pemborosan anggaran,” tambahnya.
Sementara itu, Hasan, Tenaga Ahli P3 GAI Madura, menegaskan bahwa koordinasi dengan HIPPA Adelia Jaya tetap akan dilakukan agar proyek segera dilaksanakan, namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pekerjaan akan dimulai.
Masyarakat Desa Karang Anyar menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang. “Kami berharap pihak terkait segera bertindak, jangan sampai harapan petani untuk mendapatkan saluran irigasi yang layak menjadi sia-sia,” kata Imron seorang warga
Media akan terus mengawal perkembangan proyek ini, memastikan dana yang telah dicairkan benar-benar sampai pada manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.








Komentar