
SAMPANG || ANGKAT BERITA -Setelah sebelumnya mengirimkan surat pertama yang berisi saran kepada pelaksana proyek replika Ka’bah di Dusun Jiken, Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Asosiasi Ulama Madura (AUMA) kembali mengirimkan surat susulan. Proyek tersebut telah mengundang kontroversi di kalangan masyarakat dan ulama setempat.
Surat susulan tersebut ditujukan kepada Ketua Front Pembela Islam (FPI) Madura, Habib Abdurrahman Khered, dengan pesan yang tegas. Isi surat itu menyampaikan:
“AUMA hanya menyampaikan sikap dan saran dari masyaikh yang hadir dan bertanda tangan dalam musyawarah pada Senin, 30 Desember 2024. Maka, demi kemaslahatan bersama, silakan jalankan saran dan masukan tersebut, dan jika tidak, kami lepas tanggung jawab seandainya terjadi sesuatu yang tidak kami harapkan.” begitu isi dalam surat tersebut.
Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum AUMA, KH. Karrar Sinhaji, dan Sekretaris Umum, Drs. KH. Fadholi Moh Runam, M.Si.
Sampai berita ini dirilis, pihak media telah mencoba meminta tanggapan dari Habib Abdurrahman Khered terkait isi surat tersebut, namun beliau belum memberikan jawaban.
Kontroversi terkait replika Ka’bah ini terus menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan pandangan dari para ulama Madura dan tokoh masyarakat. Perkembangan lebih lanjut terkait respons dari pihak-pihak terkait masih ditunggu.







Komentar