Ketika Moral Bangsa Runtuh: Mengapa Kita Terpuruk?

- Redaksi

Jumat, 22 Agustus 2025 - 08:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan.angkatberita.id

Keterpurukan bangsa ini bukan semata karena lemahnya ekonomi atau carut-marut politik. Akar masalah sesungguhnya ada pada runtuhnya moral. Kita kehilangan fondasi utama yaitu kejujuran dan kebenaran.

Hari ini, kebohongan sering dianggap kebenaran, sementara kejujuran dipandang kelemahan. Penyimpangan terjadi di birokrasi maupun masyarakat. Korupsi, nepotisme, kemunafikan, dan hilangnya rasa malu menjadi wajah nyata pada kehidupan kita sehari-hari.

Lebih ironis lagi, nilai-nilai religius yang seharusnya menjadi penuntun justru melenceng jauh, bahkan diperalat oleh pihak-pihak berkepentingan. Pola pikir umat diarahkan, sehingga kebenaran terbalik dan moral semakin hancur.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Artefak Cakraningrat di Rumah Kos

Bangsa ini tidak akan bangkit hanya dengan pembangunan fisik atau ekonomi. Kita butuh revolusi moral.

Ada beberapa hal yang mungkin menjadi solusi terbaik:

1. Barometer Moral Bangsa – mengukur tingkat integritas seperti halnya indeks korupsi.

2. Pendidikan Karakter – menanamkan kejujuran, tanggung jawab, dan empati sejak dini.

3. Keteladanan Pemimpin – masyarakat meniru apa yang ditunjukkan pemimpinnya.

4. Gerakan Religius yang Otentik – agama kembali pada akhlak, yang diimplementasikan dalam kehidupan, bukan sekadar simbol.

Baca Juga :  KPK Gelar OTT di Pemkab Pekalongan, Bupati Fadia Arafiq Dibawa ke Jakarta

5. Partisipasi Masyarakat – setiap individu berani menolak kebohongan, sekecil apapun.

Bangsa yang besar hanya bisa berdiri tegak di atas akhlak yang kuat. Kekuasaan dan kekayaan bisa runtuh, tapi moral yang kokoh akan menjadi benteng sejati. Saatnya kita sadar, keterpurukan bukan takdir, melainkan akibat dari hilangnya moralitas. Dan kebangkitan hanya mungkin jika kita kembali pada kebenaran dan akhlak mulia.

 

By: Kuncir

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru