Pencurian Artefak di Museum Cakraningrat, RP. Salman Alrosyid: “Ini Serangan terhadap Martabat Budaya Madura”

- Redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 15:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan.angkatberita.id 

Founder Museum Uang Perusnia Bangkalan, RP. Salman Alrosyid Dungmoso, mengecam keras pencurian dua artefak bersejarah di Museum Cakraningrat yang terjadi pada 4 Agustus 2025 dan telah dilaporkan ke Polres Bangkalan (STTLPM/443/Satreskrim/VIII/2025/SPKT/Polres Bangkalan).

Menurutnya, peristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal, melainkan serangan langsung terhadap ingatan kolektif dan martabat kebudayaan Madura. Dua benda yang hilang—lempengan kuningan Gamelan Ratna Dumilah dan lonceng kuno peninggalan Panembahan Cakraadiningrat VIII—memiliki nilai sejarah tak ternilai.

“Bagi kami para pelestari, ini bukan soal materi. Ini soal warisan peradaban. Gamelan Ratna Dumilah adalah simbol persatuan dinasti Madura dan Jawa, sedangkan lonceng Cakraadiningrat VIII menjadi penanda eksistensi kepemimpinan Madura di masa kolonial,” tegas Salman.

Baca Juga :  Perguruan Silat Rogo Nyapsap Ukir Prestasi dalam Kejuaraan Piala Cakraningrat III di GOR SAKA Bangkalan

Ia menilai, pencurian terhadap dua koleksi utama yang sering dipamerkan tersebut sangat mencurigakan dan patut diduga melibatkan orang dalam. Pernyataan RM. Agus Suryoadikusumo dari Dinasti Madura yang mengindikasikan hal tersebut, menurutnya, harus segera direspons serius oleh aparat.

Baca Juga :  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Lulus Kredensial BPJS Tipe B, Bukti Nyata Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

Salman mendesak Polres Bangkalan untuk menjadikan kasus ini prioritas utama, membongkar jaringan pelaku dan mengembalikan artefak ke tempat asalnya. “Jika pelestari gagal menjaga warisan leluhur, maka kita sedang membiarkan identitas bangsa ini terhapus sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Ia menegaskan, kasus ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh museum dan instansi budaya agar memperkuat keamanan dan integritas pengelola. “Melindungi benda sejarah berarti menjaga jati diri bangsa,” pungkasnya.

Robin

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru