
SAMPANG|| ANGKAT BERITA – Suasana Lapangan Trunojoyo Sampang pada Minggu (05/01/2025) terpantau cukup lengang setelah pemerintah daerah memutuskan untuk meniadakan program Car Free Day (CFD) karena kendala anggaran.
Biasanya, kawasan ini ramai oleh aktivitas pedagang kaki lima (PKL), para pejalan kaki, ibu-ibu yang berolahraga, hingga komunitas senam. Namun kini, keramaian tersebut tampak berkurang drastis.
Salah satu PKL, HR (40), yang biasa berjualan makanan ringan di kawasan CFD, mengaku merasakan dampak signifikan dari kebijakan ini.
“Biasanya setiap CFD saya bisa dapat penghasilan dua kali lipat dibanding hari biasa. Tapi sekarang pembeli berkurang, banyak yang sudah nggak ke sini lagi. Saya jadi bingung bagaimana menutupi kebutuhan sehari-hari,” ungkap HR.
Hal senada juga disampaikan oleh AS (45), pedagang minuman yang sudah berjualan di kawasan ini selama satu tahun. Menurutnya, CFD adalah momentum penting bagi PKL untuk mendapatkan pemasukan lebih.
“Sejak CFD ditiadakan, pendapatan saya turun drastis. Harapan kami pemerintah bisa mencari solusi agar CFD kembali diadakan, meskipun mungkin tidak setiap minggu,” ujar AS.
Sementara itu, para warga yang biasa memanfaatkan CFD untuk olahraga dan aktivitas rekreasi juga merasa kehilangan. Siti Nurhasanah (34), seorang ibu rumah tangga yang rutin mengikuti senam di area tersebut, menyampaikan keprihatinannya.
“Setiap Minggu pagi, saya dan teman-teman biasanya senam di sini. CFD itu seru karena kami bisa olahraga tanpa takut kendaraan lalu lalang. Sekarang rasanya kosong, tidak ada suasana ramai seperti dulu,” kata Siti.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang sebelumnya menjelaskan bahwa peniadaan CFD terpaksa dilakukan karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, mereka menyatakan akan berupaya mencari alternatif Namun pastinya bulan Pebruari akan diberlakukan kembali.







Komentar