
ANGKAT BERITA||Tanjab Barat– Kabar mengejutkan terkait dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang ustad berinisial SH, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Daarul Islah di Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, cepat menyebar luas di kalangan masyarakat setempat. Kabar ini langsung menjadi perbincangan panas di grup WhatsApp, membuat warga terkejut dan khawatir.
Salah satu pesan yang beredar melalui WhatsApp berbunyi,
“Berita viral hari ini di desa kami Taman Raja telah terjadi homoseks (sesama jenis) seorang ustadz inisial SH Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Islah, korban nya 3 orang laki-laki, pelaku nya sekarang sudah di tangkap polisi.”
Pesan ini kemudian tersebar ke berbagai grup WhatsApp, memicu reaksi keras dari masyarakat.
Kejadian ini menimbulkan kecaman dan rasa tidak percaya dari warga setempat.
“Tidak disangka-sangka ustad itu berbuat keji terhadap santri nya sendiri,”
ungkap seorang warga di tengah keramaian desa, yang merasa sangat terpukul dan kecewa dengan peristiwa tersebut.
Diketahui, Sopyan Hadi (SH) selain menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Daarul Islah, juga merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tungkal Ulu. Posisi yang sangat dihormati ini membuat perbuatannya semakin mengejutkan dan dianggap tak pantas oleh banyak orang.
“Ketua MUI Tungkal Ulu dan juga pimpinan Ponpes Daarul Islah, Sopyan Hadi menyodomi santrinya, malam tadi di amankan ke Polsek,” ujar seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan, menjelaskan bahwa pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Tungkal Ulu, AKP Windy, SH., MH, membenarkan informasi tersebut, menurut Kapolsek, kasus ini telah dilimpahkan ke Polres Tanjung Jabung Barat untuk penanganan lebih lanjut.
“Penyidik langsung dilimpahkan ke PPA Sat Reskrim Polres, bang,” kata Kapolsek kepada awak media via WhatsApp.
Saat ini, masyarakat menantikan perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini dan berharap agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan adil.







Komentar