Kaca Bersalin Bening, Grendel Copot Pentingnya Audit dan Evaluasi Proyek Puskesmas Mandangin Pasca Kerusakan

- Redaksi

Sabtu, 24 Mei 2025 - 08:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang||ANGKAT BERITA – Setelah sebelumnya ramai diberitakan akibat atapnya yang bocor parah, kini kerusakan lain di Puskesmas Pulau Mandangin kembali mencuat.

Berdasarkan pantauan langsung media ini serta laporan dari warga setempat, berbagai persoalan lain bermunculan pada bangunan yang belum genap beberapa bulan digunakan, padahal, proyek ini digarap dengan dana besar, mencapai Rp6,3 miliar dari anggaran publik.

Dikerjakan oleh CV ANDIEN, proyek ini memperlihatkan indikasi kuat lemahnya mutu pekerjaan sejak awal, atap bocor hanyalah salah satu gejala, rangkaian kerusakan lain kini turut menyeret perhatian publik, menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan ini jauh dari kata tuntas dan berkualitas.

Temuan kerusakan yang teridentifikasi di lapangan antara lain:

  • Wastafel di laboratorium dan apotek bocor, air menetes dari bawah.
  • Grendel kamar mandi rusak, bahkan ada yang copot saat digunakan.
  • Ruang praktik gigi mengalami rembesan air di pojok ruangan.
  • Dua kamar mandi mengalami genangan air karena saluran pembuangan tidak berfungsi optimal.
  • Pintu aula dipasang membuka ke depan sehingga menghalangi akses ke ruang praktik gigi.
  • Kaca ruang bersalin menggunakan kaca bening, bukan kaca buram seperti seharusnya, sehingga mengancam privasi pasien.

“Kaca ruang bersalin yang seharusnya pakai kaca buram, dipasang kaca bening. Ini sangat tidak sesuai untuk ruang yang membutuhkan privasi tinggi,” tegas drg. Rina, Kepala Puskesmas Pulau Mandangin.

Ia juga menyebut bahwa semua temuan kerusakan telah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dan pihak pelaksana proyek. Sejauh ini, proses perbaikan mulai berjalan meski terbatas.

Hal ini dibenarkan oleh Nurul, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan bahwa perbaikan terhadap beberapa titik kerusakan sedang dilakukan. “Masih dikerjakan pak, wastafel sama genangan air di kamar mandi, dua kamar mandi,” jelas Nurul. Kamis (21/05)

Namun, di tengah upaya perbaikan, sorotan terhadap kualitas pengerjaan dan material tak dapat dihindarkan. Seorang tenaga kesehatan di puskesmas itu menyebut langsung: “Menurut saya, kualitas grendelnya memang jelek banget,” katanya. Ia bahkan mengalami langsung ketika grendel kamar mandi copot saat digunakan.

Puskesmas, sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, seharusnya dibangun dengan standar mutu tinggi, apalagi untuk daerah kepulauan seperti Pulau Mandangin yang akses pelayanannya terbatas.

Fakta bahwa bangunan ini sudah mengalami berbagai kerusakan sejak awal penggunaan memperlihatkan kelemahan serius dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek.

Publik kini menantikan langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Sampang dan Dinas Kesehatan, apakah akan ada evaluasi menyeluruh, audit teknis, dan tindakan hukum terhadap pihak yang lalai? Atau proyek ini kembali menjadi contoh pembiaran atas proyek gagal di sektor vital?

Uang rakyat sebesar Rp6,3 miliar semestinya menghadirkan fasilitas yang layak, bukan menciptakan masalah baru yang justru membahayakan keselamatan dan martabat pelayanan kesehatan.

 

Baca Juga :  Pendiri OK OCE Syam Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik, Polda Jatim Bertindak Tegas

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru