Aktivis Sumenep Laporkan Pabrik Ternak Pita Cukai Dan Pabrik Rokok Bodong di Sumenep

- Redaksi

Selasa, 17 Juni 2025 - 12:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KIRI: Bambang Suyitno, aktivis Sumenep, serta (kanan) Surat yang dilayangkan ke Kementrian Keuangan Dirjen Bea dan Cukai.

Sumenep||https://Angkatberita.id-Ratusan Pabrik Rokok (PR) yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang disinyalir hanya beternak pita cukai resmi dilaporkan ke Kementerian Keuangan Dirjen Bea dan Cukai.

Menurut Bambang Suyitno selaku pelapor, ratusan pabrik rokok tersebut tersebar hampir di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Saya sudah mengirim berkas pelaporan terkait dugaan keberadaan pabrik rokok yang hanya beternak pita cukai, paling banyak di kecamatan Lenteng, Ganding, Guluk-Guluk dan pasongsongan,” Ucapnya. Senin (16-6-2025).

Baca Juga :  Bea Cukai Madura Terendus Melindungi Produksi dan Pemasaran Rokok Cahaya pro 

Tidak hanya pabrik rokok yang beternak pita cukai, aktivis asal Lenteng ini juga melaporkan pabrik yang memproduksi rokok ilegal alias bodong yang sudah merugikan negara ratusan miliar setiap tahunnya.

“Saat ini banyak ” Sultan” dadakan di Sumenep, mereka sudah membodohi negara selama bertahun-tahun dengan cara beternak pita cukai dan memproduksi rokok bodong, “terangnya.

Baca Juga :  Kajati Jambi Resmikan Sumur JIAT di Tanjab Barat, Dorong Ketahanan Pangan Daerah

Dirinya berharap, dengan adanya laporan tersebut dapat menjadi landasan bagi Kementerian Keuangan Dirjen Bea dan Cukai untuk mengambil langkah hukum yang lebih tegas dengan cara menutup permanen pabrik rokok tersebut.

“Saatnya berbenah, realitas di lapangan sangat mengecewakan. Banyaknya pabrik rokok di sumenep tidak berdampak sama sekali kepada masyarakat, yang ada hanya memperkaya para pemilik pabrik itu sendiri,” pungkasnya.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru