Dikonfirmasi Tak Merespon, TPK Proyek Dana Desa Komis Pilih Bungkam

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 12:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, angkatberita.id – Upaya klarifikasi yang dilakukan angkatberita.id kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) pembangunan jalan rabat beton dan MCK di Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, tidak membuahkan hasil.

Yayan, selaku pelaksana kegiatan lapangan, tidak merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp yang dikirimkan redaksi media ini hingga berita ini diterbitkan.

Padahal, konfirmasi dimaksudkan untuk menanggapi keluhan warga Desa Komis yang sebelumnya menyampaikan laporan terbuka atas dugaan penyimpangan dalam dua proyek infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2025.

Baca Juga :  Pemkab Muratara Gerak Cepat Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Enam Langkah Konkret Disepakati

Media ini sudah mengirim pesan dan menelepon langsung kontak TPK yang diberikan warga, tapi tidak dijawab. Ini menunjukkan kurangnya itikad baik untuk menjelaskan kepada publik.

Sikap tidak kooperatif ini makin memperkuat keresahan warga, yang sejak awal mempertanyakan transparansi proyek, sejumlah kejanggalan pun ditemukan, mulai dari ketiadaan papan informasi proyek, mutu beton yang di bawah standar, hingga dugaan pengurangan volume.

Warga juga menyoroti bahwa proyek tersebut tidak melibatkan pekerja lokal, melainkan menggunakan beton siap pakai dari perusahaan luar desa, yaitu PT Alim Mix. Hal ini dinilai bertentangan dengan semangat padat karya yang diatur dalam Permendesa PDTT Nomor 2 Tahun 2024.

Baca Juga :  Keluarga Jadi Korban, Warga Kecam Pelayanan Puskesmas Pragaan: “Ini Pembunuhan Berkedok Aturan”

Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk inspektorat, aparat penegak hukum, dan media, bisa melakukan investigasi lanjutan terhadap proyek tersebut.

“Ini uang rakyat, jadi harus ada pertanggungjawaban. Kalau ada yang coba menghindar, patut dicurigai ada yang disembunyikan,” tegas warga.

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru