SIDOARJO (ANGKAT BERITA) Misteri kematian RJS (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, semakin menyita perhatian publik.
Hasil visum sementara mengungkap adanya luka robek pada tubuh korban yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas berpelat merah di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Rabu (24/06)
Tim forensik RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul, memunculkan berbagai pertanyaan terkait penyebab kematian korban.
Tak hanya itu, pemeriksaan juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata serta bibir yang membiru, kondisi yang dalam dunia medis kerap dikaitkan dengan gangguan pernapasan atau mati lemas.
Temuan lain yang menambah misteri adalah kondisi organ dalam korban yang menunjukkan perubahan warna merah kehitaman pada saluran napas bagian atas dan dinding lambung.
Seluruh organ tubuh korban juga telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, mengindikasikan korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan, meski demikian, pihak forensik belum berani menyimpulkan penyebab pasti kematian.
Sejumlah sampel penting, mulai dari organ tubuh hingga swab vagina, telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil sementara menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual, namun penyidik masih menunggu hasil uji toksikologi dan laboratorium lainnya yang diperkirakan keluar dalam sepekan ke depan.
Kasus ini menjadi perhatian karena korban ditemukan di dalam mobil dinas Pemkab Bangkalan yang telah terparkir sejak Sabtu (20/6/2026) dan baru diketahui berisi jasad korban pada Rabu (24/6/2026).
Yang membuat publik bertanya-tanya, bagaimana seorang pejabat daerah bisa meninggal di dalam kendaraan dinas yang terparkir berhari-hari di kawasan bandara tanpa diketahui? Apakah luka yang ditemukan hanya akibat benturan biasa, atau ada peristiwa lain sebelum korban meninggal?
Hingga kini, polisi masih mendalami seluruh kemungkinan sambil menunggu hasil laboratorium forensik yang akan menjadi kunci untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kasus ini pun berkembang menjadi salah satu misteri kematian yang paling menyita perhatian publik di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir.

Komentar