Breaking News

Misteri Kematian ASN Bangkalan di Parkiran Juanda, Ini Beberapa Kecurigaan Keluarga Korban

Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian, fokus penyelidikan mengarah pada sosok pria bermasker yang terekam CCTV menge

Angkat Berita - Redaksi
3 menit baca•180 tayangan

SISOARJO (ANGKAT BERITA) Misteri kematian seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Bangkalan yang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, terus memantik tanda tanya besar. Kamis (25/06)

Korban diketahui bernama Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan.

Kasus ini kini tak lagi sekedar penemuan jenazah di dalam mobil pelat merah, keluarga korban mulai mencium adanya kejanggalan serius, mereka menduga Ruly sudah dalam kondisi meninggal sebelum mobil dinas yang ditumpanginya masuk ke area parkir Bandara Juanda.

Dugaan itu menguat setelah pihak keluarga menelusuri rekaman CCTV dan data parkir kendaraan, dari hasil penelusuran tersebut, mobil Toyota Innova pelat merah M 1090 GP tercatat masuk ke area parkir Terminal 1 Bandara Juanda pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. 

Namun, menurut kuasa hukum keluarga, saat kendaraan masuk ke area bandara, posisi korban sudah berada dalam keadaan tak wajar, yakni direbahkan di kursi depan sebelah kiri.

Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, menyebut dugaan paling kuat saat ini adalah lokasi parkir bandara bukan tempat utama korban meregang nyawa, melainkan hanya tempat untuk “menaruh” jasad korban.

“Dugaan kami, lokasi tersebut cuma untuk menaruh jenazah saja, bukan lokasi utama korban meninggal,” ujarnya, seperti dikutip dari sejumlah laporan media, keluarga juga mengungkap, korban sebenarnya masih sempat berkomunikasi dengan keluarga sebelum akhirnya hilang kontak. 

Ruly disebut berpamitan sejak Kamis, 18 Juni 2026 untuk urusan dinas ke wilayah Malang, bahkan, pada malam hari korban sempat mengirim lokasi keberadaannya yang menunjukkan dirinya berada di kawasan Pujon, Kabupaten Malang, komunikasi masih berlangsung hingga Sabtu pagi, 20 Juni 2026, termasuk melalui video call, namun setelah itu, korban mendadak tak bisa dihubungi.

Empat hari berselang, jasad korban ditemukan di dalam mobil dinas yang sudah lama terparkir di Bandara Juanda, penemuan bermula dari kecurigaan warga dan pengemudi ojek online yang mencium bau menyengat dari dalam kendaraan, saat diperiksa, korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan berada di kursi penumpang depan kiri dengan posisi direbahkan.

Yang membuat kasus ini makin mengundang perhatian, hasil autopsi awal mengungkap adanya luka robek pada telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul, meski demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik lanjutan.

Tak hanya itu, kuasa hukum keluarga juga mengungkap adanya perhiasan cincin korban yang hilang, fakta tersebut membuat keluarga semakin yakin bahwa kematian Ruly tidak wajar dan patut didalami sebagai dugaan tindak pidana.

Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian, fokus penyelidikan mengarah pada sosok pria bermasker yang terekam CCTV mengemudikan mobil korban masuk ke area parkir bandara, polisi juga masih mendalami kronologi lengkap, termasuk perjalanan korban sejak meninggalkan Bangkalan hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di Juanda.

Publik kini menunggu keberanian aparat untuk membongkar tabir di balik kematian ASN Bangkalan itu, sebab, bila benar korban sudah meninggal sebelum mobil masuk ke bandara, maka kasus ini bukan lagi sekedar penemuan mayat melainkan bisa mengarah pada dugaan pembunuhan yang terencana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer