BANGKALAN, Angkatberita.id
Berikut versi yang lebih padat, tajam, dan bernuansa jurnalistik investigatif tanpa menyimpulkan secara pasti bahwa telah terjadi pembunuhan, namun memperkuat dugaan adanya unsur kekerasan berdasarkan fakta forensik:
Misteri kematian RY (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, mulai menemukan titik terang.
Hasil otopsi tim forensik RS Bhayangkara Porong mengungkap sejumlah temuan yang mengarah pada dugaan adanya kekerasan sebelum korban meninggal dunia. Pemeriksaan menemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul.
Selain luka tersebut, dokter forensik juga menemukan sejumlah tanda asfiksia atau kekurangan oksigen, di antaranya pelebaran pembuluh darah pada selaput mata, bibir membiru, serta bercak merah kehitaman pada lidah dan saluran pernapasan. Temuan ini mengindikasikan korban mengalami gangguan pernapasan serius sebelum meninggal.
RY ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kursi penumpang depan mobil dinas Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP yang telah terparkir di Bandara Juanda sejak Sabtu (20/6/2026). Jenazah baru ditemukan pada Rabu (24/6/2026) setelah warga mencium aroma menyengat dari dalam kendaraan.
Pemeriksaan juga memastikan korban tidak sedang hamil dan tidak ditemukan indikasi kekerasan seksual berdasarkan hasil swab forensik. Sementara itu, seluruh organ tubuh korban telah mengalami pembusukan dan diperkirakan meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan.
Penyidik kini menaruh perhatian pada sosok pria bermasker yang terekam CCTV memarkirkan mobil korban sebelum meninggalkan lokasi menggunakan angkutan umum. Polisi juga masih menunggu hasil uji toksikologi untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Dengan adanya luka akibat benturan dan indikasi asfiksia yang terungkap melalui otopsi, kasus kematian pejabat Pemkab Bangkalan ini semakin menguatkan dugaan adanya unsur kekerasan yang kini menjadi fokus utama penyelidikan kepolisian.

Komentar