Tiga Warga Tenggelam di Pantai Sokobanah Daya, Semua Korban Ditemukan Meninggal Dunia

- Redaksi

Minggu, 8 Desember 2024 - 15:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kapolsek Sokobanah bersama warga mengantar ke pemakaman

Sampang (ANGKAT BERITA) – Tiga warga Desa Sokobanah Daya, Sampang, ditemukan meninggal dunia setelah terseret ombak besar di Pantai Sokobanah Daya, Minggu Pagi Kejadian tragis ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Sokobanah, Iptu Sujiono, yang menyebut peristiwa tersebut murni kecelakaan.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB, ketika Ainul Yaqin dan temannya, Hisyamsudin Akil, bermain di bibir pantai. Ketika mereka berenang, tiba-tiba datang ombak besar yang menyeret keduanya ke tengah laut. Maddulla, seorang warga yang sedang melakukan terapi di pantai, mencoba memberikan pertolongan dengan berenang ke arah kedua korban. Namun, Maddulla justru ikut terseret ombak karena diduga tidak mahir berenang.

Baca Juga :  Progres Rendah, Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Pamekasan Diperkirakan Tak Selesai Akhir Desember

“Diduga karena tidak mahir berenang, Maddulla ikut tergulung ombak dan tenggelam akibat ombak yang besar,” ujar Iptu Sujiono. Minggu (08/12/24)

Melihat kejadian tersebut, Rasidi (45), warga sekitar, segera melapor ke Polsek Sokobanah dan memberitahu warga untuk membantu pencarian. Warga, bersama pihak kepolisian dan Koramil 0828/08 Sokobanah, melakukan pencarian di sekitar lokasi.

“Sekitar pukul 08.30 WIB, ketiga korban ditemukan oleh warga dalam keadaan tidak bernyawa,” tambahnya.

Baca Juga :  Polemik Kesaksian di Sidang Kholisah, Arah Motor dan Warna Tas Jadi Sorotan

Setelah identifikasi, jenazah ketiga korban langsung dibawa ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah yang tidak dapat dihindari.

Iptu Sujiono menegaskan, tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Peristiwa ini murni kecelakaan akibat kurangnya kehati-hatian saat bermain di area pantai.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah yang tidak bisa dihindari,” tutupnya.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi saat beraktivitas di pantai, terutama ketika gelombang besar sedang berlangsung.

;;;;;;;

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru