Sumenep||angkatberita – Satu teller sudah masuk sel, tapi skandal kredit bodong BRI Sumenep belum juga terang. Kuasa hukum korban, Bayu Eka Prasetya, menuding keras, kasus ini bukan ulah satu orang. Ada dugaan jejaring internal yang bikin perkara ini terseok selama 6 tahun.
“Dari 2020 sampai 2026, baru satu nama diproses, teller N. Empat orang yang saya sebut punya keterkaitan justru aman-aman saja. Ini yang bikin kami bertanya-tanya,” tegas Bayu, Rabu (29/4).
Bayu mengungkap, pola penjarahan SK pensiun ini menimpa lebih dari satu nasabah. Modusnya sama, SK “dipinjam”, lalu diam-diam jadi agunan kredit tanpa penjelasan utuh ke pemiliknya. Ada korban lain yang kerugiannya bahkan lebih besar dari AH.
“Kalau korbannya cuma satu, bisa dibilang apes. Tapi kalau sudah berderet, sulit bilang ini kerjaan individu,” katanya.
AH jadi contoh paling pahit. SK pensiunnya awalnya hanya “dipinjam 3 bulan”. Nyatanya, dokumen itu dijadikan dasar kredit 14 tahun. Sampai hari ini SK masih disandera, gaji pensiun AH terus dipotong tiap bulan.
“Rugi berlapis. Finansial hancur, psikologis remuk,” ujar Bayu.
Bayu menyorot manajemen BRI Cabang Sumenep. Kepala cabang datang dan pergi, tapi level manajemen tertentu nyaris tak berubah sejak 2018. Keputusan strategis tak pernah tuntas, langkah korektif minim.
“Pimpinan silih berganti. Sementara orang-orang lama di posisi kunci tetap di tempat.”
Sebelumnya, N sempat mendatangi rumah AH, minta maaf, dan menjanjikan jalan keluar. Ironisnya, N malah menawari AH membeli rumah miliknya dengan iming-iming utang lunas dan SK kembali. “Sudah dirugikan, masih disuruh nambah beban,” kata Bayu.
Ia menegaskan, damai tak akan menghentikan pidana jika pokok perkara tak dibereskan. Yang jadi pertanyaan besar: kenapa penyidik belum menyentuh peran pejabat lain? Terutama account officer (AO) yang secara struktur memegang kuasa atas berkas kredit.
“Prosedurnya jelas, teller bukan yang bawa berkas sampai acc. Kok berhenti di N Ini harus dibongkar.”
Perkara ini menunggu babak lanjutan. Tapi bagi AH dan korban lain, waktu adalah luka baru. Setiap bulan, pensiun yang harusnya utuh diterima kembali disunat.

Komentar