Breaking News

Di Hadapan 50 Tokoh Saronggi, Kapolresta Sumenep Kombes Ariek Indra Sentanu Serap Aspirasi dan Perkuat Komunikasi Kamtibmas

Yusuf Clasico - Penulis
2 menit baca82 tayangan
Suasana Sambung Roso Kapolresta Sumenep bersama 50 tokoh masyarakat Saronggi. Melalui forum ini, Kapolresta mengajak seluruh elemen menjaga Saronggi tetap aman, nyaman dan guyub.

SUMENEP(ANGKAT BERITA) – Di hadapan 50 tokoh Kecamatan Saronggi, Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H.  menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi kamtibmas melalui kegiatan Sambung Roso.

Kegiatan tersebut digelar di Taman Dreamland, Jalan Raya Sumenep Pamekasan, Dusun Bun Malang, Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, pada Jumat (11/9/2026) malam, pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB.

Sambung Roso dihadiri jajaran Forkopimcam Saronggi, tokoh agama (Toga), tokoh masyarakat (Tomas), tokoh pendidikan (Todik), serta 14 Kepala Desa se Kecamatan Saronggi.

Hadir pula PJU Polresta Sumenep, Kapolsek Saronggi beserta anggota, perwakilan Koramil 0827/06 Saronggi, BLUD Puskesmas Saronggi, KUA Saronggi, penyuluh pertanian, Kelompok Kerja Kepala Sekolah, Pengawas SD, dan Kepala Sekolah SMP.

Kapolresta Sumenep menegaskan, Sambung Roso merupakan sarana strategis untuk membangun komunikasi dua arah secara langsung dengan seluruh elemen masyarakat. Melalui forum ini, Polri dapat menyerap aspirasi, masukan, serta informasi aktual terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Saronggi.

Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dibahas secara terbuka, termasuk pentingnya menjaga stabilitas keamanan secara kolektif.

“Melalui Sambung Roso ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Silakan sampaikan berbagai informasi, keluhan maupun masukan kepada kami. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat kita cegah dan selesaikan bersama,” tegas Kombes Pol Ariek Indra Sentanu.

Lebih lanjut, Kapolresta menekankan bahwa terwujudnya kamtibmas yang aman dan kondusif tidak dapat dibebankan kepada Polri semata, melainkan membutuhkan peran aktif dan sinergi seluruh komponen masyarakat.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dan kebersamaan dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan seluruh masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta juga mengajak para kepala desa dan seluruh tokoh untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga.

Ia berharap, Sambung Roso dapat terus dipertahankan sebagai ruang komunikasi terbuka antara kepolisian dan masyarakat, sehingga setiap potensi gangguan kamtibmas dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini secara bersama-sama.

“Dengan komunikasi, kepedulian dan kebersamaan, mari kita wujudkan Saronggi yang aman, nyaman dan guyub,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer