Sutomo Beternak Pita Cukai, Berlindung Dibalik Nama Besar H. Edi?

- Redaksi

Rabu, 25 Juni 2025 - 11:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak PR Artha Jaya, tidak ada aktifitas apapun, dan sudah rimbun rerumputan, Rabu (23/06/2025).

Sumenep||https://Angkatberita,id -Keberadaan Pabrik Rokok (PR) Artha Jaya, yang beralamat di dusun Jepun Barat, Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang dikabarkan tidak pernah beroperasi terus mendapat sorotan.

Publik mulai mempertanyakan siapakah orang kuat dibalik tetap berdirinya PR Artha Jaya hingga saat ini, sampai-sampai Bea Cukai enggan melakukan penindakan kepada PR ini yang sudah jelas-jelas jarang melakukan produksi sejak izin produksinya turun.

Mungkinkah PR Artha Jaya ini sengaja dipelihara oleh Bea Cukai?. Ataukah ada orang kuat dibelakangnya sampai-sampai Bea Cukai tak berkutik untuk menindak PR ini?.

Baca Juga :  Bupati Tanjab Barat Serahkan 297 Paket Sembako di Kampung Nelayan dalam Rangka HUT RI ke-80 dan Hari Jadi ke-60 Kabupaten

“Yang mengelola itu Sutomo warga Desa Ellak Daya, kalau tidak keliru gudangnya milik H.Edi yang merupakan bos rokok bodong merk Nero dan Sam Liok, sedangkan yang biasa mengambil pita cukai ke BC itu adiknya Sutomo namanya Fajar,” ucap Narasumber.

Masih kata narasumber, Sutomo sendiri merupakan tangan kanannya H. Edi, sehingga sangat wajar kalau sebagian aset yang dimiliki oleh H.Edi dikelola atau di atas namakan Sutomo.

“Sutomo ini kalau tidak keliru juga menjadi distributor utamanya rokok merk Nero dan Sam Liok,” ujarnya.

Ditempat terpisah, salah satu aktivis meminta kepada Bea dan Cukai Madura untuk segera turun ke lokasi untuk memastikan fakta dilapangan guna meminimalisir para mafia-mafia yang berlindung dibalik berdirinya pabrik rokok yang hanya dijadikan kedok untuk beternak pita cukai.

Baca Juga :  Dua Proyek Jalan Dana Desa Aenganyar Mangkrak, Camat Giligenting Bungkam — Dugaan Penyimpangan Kian Menguat

“Segera turun ke Kecamatan Lenteng, banyak pabrik rokok yang bermodus hampir sama dengan PR Artha Jaya ini,” pinta Bambang singkat.

Guna mengungkap tabir ini, pihak pewarta berusaha mendatangi pabrik rokok tersebut selama tiga hari berturut-turut, namun PR Artha Jaya tetap tutup dan tidak ada tanda-tanda produksi.

Sedangkan Sutomo yang disebut-sebut sebagai pengelola, sampai berita ini tayang kembali belum bisa diminta keteranganya.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru