Breaking News

AI, Influencer hingga Kekerasan Wartawan, Abdul Manan Ungkap Tantangan Besar Pers Indonesia

BBG - Redaksi
1 menit baca5,597 tayanganSurabaya Jawa Timur

SURABAYA (ANGKAT BERITA) Perkembangan kecerdasan buatan (AI), menjamurnya influencer dan content creator hingga masih tingginya kasus kekerasan terhadap wartawan menjadi tantangan serius bagi masa depan pers Indonesia.

Persoalan itu disoroti Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Abdul Manan, saat menjadi pemateri Stadium General HUT ke-7 Komunitas Jurnalis Jaringan Terpadu (KJJT) Indonesia di Hotel Sahid Surabaya, Rabu (9/9/2026).

Abdul Manan mengatakan, perubahan besar ekosistem informasi membuat media tidak lagi menjadi satu-satunya produsen dan penyebar informasi, platform digital, media sosial hingga AI telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi informasi sekaligus melahirkan pesaing baru bagi media tradisional.

“Tantangan besar pers saat ini datang dari platform digital yang menciptakan banyak aplikasi, termasuk media sosial, dan kemudian kecerdasan buatan (AI),” kata Abdul Manan.

Menurut dia, digitalisasi juga melahirkan content creator, homeless media dan influencer yang kini ikut berebut perhatian publik, perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada bisnis media, tetapi juga menyentuh persoalan politik dan kepercayaan publik.

Di tengah gempuran disrupsi digital itu, pers Indonesia juga masih menghadapi persoalan klasik berupa kekerasan terhadap wartawan, pemidanaan terkait karya jurnalistik hingga penyalahgunaan profesi wartawan.

Abdul Manan menyebut berdasarkan data Aliansi Jurnalis Independen (AJI), sedikitnya 89 kasus kekerasan terhadap wartawan tercatat sepanjang 2025.

Persoalan tersebut menjadi bagian penting dalam Stadium General KJJT Indonesia bertema “Pers, Hukum, dan Keterbukaan Informasi di Masa Depan”.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer