Breaking News

Sumenep Masuk Dua Besar Kasus Infertilitas di Madura, RSIA Ferina Gelar Seminar di Hotel Myze

TEBAR MANFAAT: RSIA Ferina Surabaya saat Gelar Seminar di Hotel Myze Sumenep, pada Minggu (26/4). TEBAR MANFAAT: RSIA Ferina Surabaya saat Ge

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•5 tayangan

Sumenep||angkatberita – Infertilitas masih jadi persoalan pelik bagi banyak pasangan. Data medis menyebut sekitar 15 persen pasangan belum berhasil hamil setelah berhubungan rutin tanpa kontrasepsi selama 12 bulan. Penyebabnya bisa dari istri, suami, keduanya, atau bahkan tidak ditemukan sebab pasti.

Merespons itu, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ferina Surabaya menggelar seminar “Harapan Untuk Memiliki Buah Hati” di Hotel Myze Sumenep, Minggu, 26 April 2026. Acara ini bagian dari road show edukasi fertilitas ke daerah-daerah dengan angka konsultasi tinggi.

Sumenep dipilih karena menempati posisi kedua di Madura setelah Bangkalan dalam jumlah kunjungan pasien fertilitas ke Ferina, dengan catatan lebih dari seribu kasus.

“Data kami menunjukkan Sumenep nomor dua di Madura untuk kunjungan terkait infertilitas. Edukasi penting supaya masyarakat dapat penanganan yang tepat sejak awal,” kata Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSIA Ferina, dr. Ashon Sa’adi Sp.OG(K).

Ia menjelaskan, pada perempuan penyebab umum meliputi saluran tuba tersumbat, endometriosis, PCOS, gangguan hormon, dan penurunan kualitas sel telur. Pada laki-laki, masalah sperma, varikokel, infeksi, hingga sumbatan saluran reproduksi jadi pemicu utama.

Selain medis, gaya hidup dan faktor psikis ikut berpengaruh besar. “Karena itu penanganan tidak cukup hanya obat, tapi sering perlu perubahan pola hidup dan teknologi reproduksi berbantu,” kata Ashon.

Dalam seminar, peserta dikenalkan pada opsi inseminasi dan bayi tabung (IVF). Tingkat keberhasilan IVF disebut mencapai rata-rata 50 persen per siklus, tergantung usia dan kondisi pasien.

Sementara itu, Dokter Spesialis Andrologi RSIA Ferina, dr. Aucky Hinting PhD, Sp.And(K), menegaskan pentingnya mematahkan stigma bahwa infertilitas hanya masalah perempuan.

“Masyarakat bebas bertanya apa saja. Infertilitas bisa dari kedua pihak, jadi penanganannya juga harus bersama,” ujarnya.

Ia menyebut tim Fertilitas Ferina telah menjalankan program bayi tabung sejak 1990, dengan lebih dari 20 ribu proses hingga akhir 2025 dan angka kehamilan mencapai 43 persen. Road show seperti ini digelar empat sampai lima kali setahun ke berbagai daerah.

Di tempat yang sama, Dokter spesialis kandungan Sumenep, dr. Yanuar Prionggo Sp.OG., M.Ked.Klin., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar membuka ruang bagi pasangan yang bingung menentukan langkah medis.

“Kami bersyukur sejawat dari Ferina berbagi ilmu. Semoga ini memberi harapan nyata, dan ke depan bisa ditindaklanjuti dengan konsultasi serta pemeriksaan lanjutan,” katanya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer