
Sampang (ANGKAT BERITA) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang terus berkomitmen untuk mengatasi keluhan pelanggan terkait air keruh dan berbau kurang sedap yang muncul dalam beberapa bulan terakhir.
Berbagai langkah teknis telah dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan air bersih, yang disertai dengan dukungan spiritual melalui doa bersama.
Kepala Bidang Hubungan Pelanggan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang, Moch. Ma’ruf, menjelaskan bahwa penurunan kualitas air di sumber Kampung Rubaru, Kelurahan Banyuanyar, diduga dipengaruhi oleh perubahan geologis pascagempa.
Untuk itu, PDAM telah menerapkan berbagai solusi teknis, termasuk penggunaan zat aktif karbon dan zeolit untuk menyaring dan memperbaiki kualitas air. Meski berhasil, dampaknya hanya bertahan sementara, sehingga langkah-langkah lebih mendalam dilakukan.
PDAM juga melakukan penelitian terhadap kandungan air dan menggandeng PDAM Swasembada Surabaya untuk mendapatkan rekomendasi teknis. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan teknologi seperti Reverse Osmosis (R.O) dan Water Treatment Plant (WTP) menjadi solusi yang memungkinkan.
Namun, biaya tinggi untuk investasi dan pemeliharaan teknologi R.O menjadi tantangan, sehingga opsi WTP dianggap lebih realistis dan telah diajukan kepada Pj Bupati Sampang untuk dibahas lebih lanjut dengan dinas terkait.
Moch. Ma’ruf menyampaikan bahwa gangguan ini berdampak pada sekitar 1.000 Sambungan Rumah di tiga kelurahan, yakni Banyuanyar, Polagan, dan Karang Dalem. Ia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, seraya menegaskan bahwa ini bukan akibat kelalaian teknis, melainkan faktor alam yang tidak dapat diprediksi.
“PDAM Trunojoyo Sampang berkomitmen penuh untuk segera mengatasi masalah ini demi kenyamanan pelanggan dan terus berupaya memberikan layanan terbaik,” ujarnya. Jumat (20/12/2024)
Sebagai dukungan spiritual dan bentuk ikhtiar, PDAM juga menggelar doa bersama di lokasi sumber air. Tradisi tahunan yang sempat terhenti selama lebih dari sepuluh tahun ini kembali dihidupkan sebagai bentuk rasa syukur, permohonan keselamatan, dan keberkahan.
Doa bersama ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan agama setempat, sekaligus menegaskan komitmen PDAM untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Acara tersebut dihadiri oleh Plt Direktur PDAM Trunojoyo Sampang, H. M. Zuhri, SH. MM, jajaran teknis PDAM, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para santri yang memimpin tahlil, dzikir, dan doa bersama.
Dengan kombinasi upaya teknis dan spiritual, PDAM optimis mampu mengatasi tantangan ini. Kolaborasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan masyarakat Kabupaten Sampang mendapatkan layanan air bersih yang layak dan berkualitas.
;;;







Komentar