Proyek SPAM Mandek ,PJ  Kepala Desa Buker dan PUPR Bungkam Seribu Bahasa

- Redaksi

Selasa, 3 Desember 2024 - 14:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Sampang ( ANGKAT BERITA) -Desa Buker, Kecamatan Jrengik, menjadi sorotan setelah proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan yang digadang-gadang akan meningkatkan akses air bersih bagi warga justru terbengkalai.

Dari Laman LPSE tanggal pembuatan 25 Juni 2024 Dengan total anggaran sebesar Rp. 328.918.322,42 dari APBD, yang dilaksanakan oleh CV. BINTANG KENARI GUNUNG SEKAR,. SAMPANG -Jawa Timur proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini kini menuai kekecewaan warga.

Hasil pantauan di lapangan memperlihatkan material proyek masih berserakan, dan pipa-pipa belum terpasang hingga ke rumah penduduk. Ironisnya, air bersih yang dijanjikan pun belum terlihat mengalir. Situasi semakin pelik karena tidak ada aktivitas pekerja di lokasi, menimbulkan kesan proyek ini berhenti di tengah jalan.

Baca Juga :  MTQ tingkat Desa Kadur Yang ke XXI resmi dibuka Camat Rupat Utara 








Upaya media untuk mendapatkan kejelasan dari pihak terkait juga tidak membuahkan hasil. Penjabat Kepala Desa Buker Ilyas enggan memberikan komentar, sementara Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR, Atik, juga tidak memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi. Senin (03/12/24)

Kondisi ini membuat masyarakat Desa Buker mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan proyek tersebut. “Kami hanya ingin air bersih. Kalau proyek seperti ini saja terbengkalai, bagaimana kepercayaan kami kepada pemerintah?” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Proyek ini seharusnya menjadi solusi bagi permasalahan air bersih yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat Buker. Namun, dengan situasi yang terjadi saat ini, proyek SPAM Jaringan Perpipaan justru menjadi simbol ketidakpastian yang mencederai harapan warga.

Publik menunggu tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memastikan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan tujuan awalnya. Selain itu, transparansi dari Dinas PUPR menjadi tuntutan utama agar masyarakat memperoleh kepastian tentang nasib proyek yang telah menguras anggaran besar ini.

Baca Juga :  Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

;;;;;;;

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru