Sumenep||angkatberita – Sah! Setelah tiga hari penuh pertarungan sengit di atas matras, Perguruan Walet Hitam resmi mengangkat Piala Bergilir IPSI Kabupaten Sumenep III tahun 2026. Kepastian itu didapat usai Walet Hitam menumbangkan para rival terkuatnya dan keluar sebagai Juara Umum I pada laga penutupan, Kamis (25/6), di GOR Indoor Voli A. Yani Sumenep.
Kejuaraan yang digelar sejak 23 hingga 25 Juni 2026 itu mempertemukan berbagai perguruan silat se-Kabupaten Sumenep. Ribuan pasang mata menjadi saksi bagaimana teknik, strategi, dan mental baja diadu dalam atmosfer kompetisi yang tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.
Dominasi Walet Hitam tak terbantahkan. Di klasemen akhir, mereka kokoh di puncak dan berhak membawa pulang trofi paling bergengsi. Posisi Juara Umum II diamankan Organisasi SH Terate yang tampil ngotot, disusul Perguruan Pagar Nusa di posisi Juara Umum III.
Momen puncak terjadi saat penyerahan medali dan trofi juara umum. Sorak sorai pendukung Walet Hitam pecah ketika piala bergilir diserahkan. Suasana haru dan bangga menyelimuti atlet, pelatih, dan seluruh kontingen yang hadir.
Wakil Ketua II IPSI Kabupaten Sumenep, H. Asmariyanto, mengapresiasi kerasnya pertarungan sekaligus tingginya sportivitas seluruh peserta.
“Alhamdulillah, kejuaraan tiga hari ini berjalan lancar. Selamat untuk Walet Hitam yang berhasil menumbangkan rival-rivalnya. Penyerahan trofi ini jadi bukti bahwa kerja keras tidak mengkhianati hasil,” ujarnya saat sambutan penutupan.
Ia menegaskan, IPSI Sumenep akan terus menggelar kejuaraan serupa sebagai kawah candradimuka pesilat daerah.
“Siapa pun yang nantinya memimpin IPSI Kabupaten Sumenep, kejuaraan-kejuaraan seperti ini wajib terus dilaksanakan. Ini cara kita menjaga api semangat atlet dan melahirkan pesilat yang siap menumbangkan lawan di tingkat regional hingga nasional,” tegas H. Asmariyanto.
Lebih dari sekadar perebutan trofi, Kejurkab IPSI Sumenep III juga sukses menjadi ruang silaturahmi. Meski saling ‘tumbangkan’ di gelanggang, semangat persaudaraan antarperguruan tetap terjaga, menjadikan kompetisi berlangsung sehat dan penuh rasa hormat.
Dengan berakhirnya kejuaraan, tugas berikutnya adalah pembinaan. Walet Hitam kini memikul beban sebagai yang terbaik, sementara perguruan lain bersiap menantang di edisi berikutnya. Harapannya jela, Sumenep melahirkan pendekar-pendekar baru yang siap mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi, pungkasnya.

Komentar