RSIA Aisyiyah Bangkalan Tolak Audensi, GBB Pertanyakan Transparansi Dugaan Kelalaian

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 10:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN.angkatberita.id

Kasus meninggalnya bayi dari pasien bernama Siti Maryam di RSIA Aisyiyah Bangkalan kini semakin menarik untuk disimak dan menuai cerita baru. Permintaan audensi yang diajukan oleh Gerakan Bangkalan Bersih (GBB) kepada pihak rumah sakit ditolak mentah-mentah melalui jawaban resmi kuasa hukum RSIA Aisyiyah.

Dalam surat bertanggal 4 Oktober 2025 yang ditandatangani oleh Riza Eifana, SH., MA., Ph.D dan Azzzalia Nahda Firdani, SH., MH., selaku Advocate and Corporate Lawyer Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah se-Jawa Timur, pihak rumah sakit menyatakan direktur tidak bisa memenuhi permintaan audensi karena adanya agenda lain yang telah terjadwal sebelumnya.

Namun, penolakan ini Rosul Mochtar ketua GBB menganggap justru menimbulkan tanda tanya besar. Ia menilai, dugaan kelalaian yang mengakibatkan kematian bayi, seharusnya pihak rumah sakit membuka diri untuk memberikan penjelasan langsung.

Baca Juga :  Pj Bupati Langkat Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah 2024: Wujudkan Desa Daur Ulang di Bahorok

Dalam surat jawaban, kuasa hukum RSIA Aisyiyah menegaskan bahwa kematian bayi dari Ny. Siti Maryam tidak disebabkan kelalaian pihak rumah sakit.

“Berdasarkan penilaian kami, kematian bayi tersebut bukan karena kelalaian RSIA Aisyiyah Bangkalan maupun principal kami,” tulis kuasa hukum.

Namun, pihak rumah sakit menyatakan akan menghormati jika masyarakat atau keluarga pasien menempuh jalur hukum untuk menguji penyebab kematian melalui mekanisme peraturan perundang-undangan.

Penolakan audensi ini memicu reaksi ketua GBB Rosul Mochtar. Ia menilai RSIA Aisyiyah semestinya menggunakan kesempatan ini untuk menjawab langsung dan memberikan klarifikasi berbagai dugaan dan meredam spekulasi publik.

Baca Juga :  Diduga Ponakan Ditiduri oleh Pamannya Sendiri Setelah Sempat Dibawa Kabur.

“Transparansi adalah kunci dalam kasus yang menyangkut nyawa pasien. Menolak audensi hanya akan memperkuat kecurigaan adanya sesuatu yang ditutupi,” ujar Rosul Mochtar. Sabtu, (4/10)

Sebelumnya, GBB telah melayangkan surat resmi dengan nomor: 00171.02/X.112.GBB/2025, tertanggal 2 Oktober 2025, yang berisi permohonan audensi bersama Direktur RSIA Aisyiyah Bangkalan. Agenda itu sedianya dijadwalkan pada Senin, 6 Oktober 2025. Namun, dengan adanya jawaban penolakan ini, dialog terbuka yang diharapkan publik dipastikanbatal terlaksana.

 

Robin

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru