PR Harapan Bunda Diduga “Beternak” Pita Cukai, Bea Cukai Madura Dinilai Mandul dan Tutup Mata

- Redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 06:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kiri: Asmuni aktivis muda Sumenep. Kanan: Gudang Pabrik Rokok (PR) Harapan Bunda, nampak tidak ada aktivitas.

SUMENEP||https://Angkatberita.id – Aroma busuk dugaan penyimpangan di industri rokok kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Pabrik Rokok (PR) Harapan Bunda yang berlokasi di Dusun Sarpereng Selatan, Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Pabrik ini dicurigai “beternak” pita cukai secara sistematis—menebus pita cukai setiap bulan tanpa aktivitas produksi yang terlihat.

Pantauan Angkat Berita, Kamis (25/7/2025), menunjukkan pabrik dalam kondisi mencurigakan: tertutup rapat, sunyi, dan tanpa denyut aktivitas produksi. Warga sekitar mengaku lama tak melihat kegiatan mencolok di dalam pabrik tersebut.

“Saya juga kurang tahu pemiliknya siapa, tapi memang sudah jarang buka, Mas,” ujar seorang warga setempat.

Namun, anehnya, PR Harapan Bunda justru rutin menebus pita cukai setiap bulan. Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa pita cukai tersebut tidak digunakan untuk produksi rokok legal, melainkan dijual kembali di pasar gelap—sebuah praktik kotor yang merugikan negara dan mencederai keadilan industri.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Bersama Kadis PUPR Tinjau Jalan Rusak Parah di Tungkal Ilir

Aktivis pengawas rokok ilegal, Asmuni, secara tegas menyebut Bea Cukai Madura telah gagal total menjalankan fungsi pengawasan. Ia menyebut institusi itu mandul, hanya jago bicara dan pencitraan, tetapi lemah dalam penindakan.

“Bea Cukai Madura itu mandul. Kalau mereka serius, separuh PR ilegal di Sumenep sudah ditutup sejak kemarin. Tapi sayangnya, mereka seolah tutup mata. Atau… sengaja membiarkan?” tegas Asmuni.

Ia menambahkan bahwa modus “ternak pita cukai” sudah menjadi rahasia umum di kalangan pengusaha rokok. Pita ditebus, tapi bukan untuk produksi. Justru dijual ke jaringan gelap, untuk menyelundupkan rokok ilegal seolah-olah legal.

Baca Juga :  Lemahnya Perlindungan Anak di Sampang, Aktivis Soroti Mandeknya Fungsi P2TP2A

“Kalau Bea Cukai tidak segera audit PR Harapan Bunda, kami akan kirim surat resmi ke Dirjen Bea dan Cukai Pusat. Kami tidak akan diam saat uang negara dirampok di depan mata,” ancamnya lantang.

 

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah Bea Cukai Madura tidak tahu, tidak mampu, atau sengaja membiarkan? Jika pita cukai terus ditebus tanpa hasil produksi yang jelas, seharusnya alarm audit langsung menyala.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada langkah tegas yang diambil oleh otoritas terkait. PR Harapan Bunda pun belum memberikan klarifikasi meski telah dihubungi berulang kali.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru