Sumenep||angkatberita — Memasuki fase krusial ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumenep, Ahmad Halimy, melontarkan peringatan keras kepada seluruh jemaah haji asal Sumenep, jaga kartu Nusuk dengan ekstra hati-hati.
Halimy menegaskan, kartu Nusuk bukan sekadar identitas. Dokumen ini adalah “kunci lolos” yang menentukan lancar tidaknya mobilitas jemaah di Tanah Suci, terutama saat puncak Armuzna yang padat dan penuh dinamika.
“Kartu Nusuk ini adalah kunci layanan haji. Tanpa kartu tersebut, jemaah akan kesulitan mengakses fasilitas, terutama saat puncak Armuzna,” ujar Ahmad Halimy, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, kehilangan kartu Nusuk bukan persoalan sepele. Setiap pergerakan jemaah di area Armuzna sangat bergantung pada kartu tersebut sebagai alat verifikasi utama.
“Kalau sampai hilang, jemaah tidak bisa bergerak leluasa. Ini bisa menghambat pelaksanaan ibadah yang sudah terjadwal ketat,” tegasnya.
Halimy juga mengingatkan risiko waktu jika kartu hilang. Proses penggantian tidak bisa cepat dan akan membuat jemaah tertahan.
“Penggantian kartu bisa memakan waktu hingga dua hari. Selama itu, jemaah praktis tidak bisa ke mana-mana karena akses layanan terbatas,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta ketua regu dan ketua rombongan turun langsung memantau kelengkapan dokumen seluruh anggota. Pengawasan melekat ini penting untuk mencegah kendala administratif yang bisa mengganggu kekhusyukan ibadah.
“Kami berharap semua petugas kloter ikut memastikan dokumen jemaah aman. Dengan kesiapan bersama, pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” pungkas Halimy.

Komentar