Perangkat Desa potoan laok Doble Job, Kinerja Pemerintahan Desa Dipertanyakan

- Redaksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 09:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan – Sejumlah perangkat desa di potoan laok di duga menjalankan pekerjaan ganda (double job) di luar tugas pemerintahan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait efektivitas pelayanan publik dan kinerja pemerintahan desa.

Dari penelusuran yang dilakukan, beberapa perangkat desa di duga memiliki pekerjaan sampingan, di instansi lain, sehingga menjalankan usaha pribadi pada jam kerja.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Sampaikan Nota Pengantar Raperda RPJMD 2025–2029 dalam Rapat Paripurna DPRD Tanjab Barat

Meskipun tidak ada aturan eksplisit yang melarang pekerjaan tambahan, masyarakat menilai aktivitas tersebut mengganggu fokus dan tanggung jawab perangkat desa terhadap pelayanan publik.

“Saat masyarakat datang ke kantor desa, kadang tidak ada orang. Alasannya keluar kerja sambilan. Ini tentu mengecewakan,”ujar salah satu warga, yang enggan disebutkan namanya, pada Senin (30/6/2025) jam 12:00 WIB.

Baca Juga :  Bupati Tanjab Barat Proaktif Jaga Ketertiban dan Stabilitas Harga di Awal Ramadan

kami sebagai pemuda meminta kepada kepala desa potoan laok untuk meng evaluasi perangkat desa yang memiliki pekerjaan lain,” tegasnya.

Diharapkan dengan evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat, praktik doble job ini bisa diminimalisir demi pelayanan publik yang lebih baik dan profesional di tingkat desa”ungkap seorang pemuda.

Berita Terkait

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Orasi Memanas, Formatur Tuding Kasi Pidsus Kejari Pamekasan “Goblok” dan “Bangsat”
Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Melalui Komunitas Pembudidaya Lele, Bangkalan Targetkan Hingga 10 Ton per Hari,
Berbagi Berkah Ramadan, Danlanal Batuporon Bagikan Takjil Gratis di Tanean Suramadu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Orasi Memanas, Formatur Tuding Kasi Pidsus Kejari Pamekasan “Goblok” dan “Bangsat”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Berita Terbaru