Pekerjaan Amburadul, Ketua HIPPA Air Barokah Di Sampang Cuci Tangan, Arahkan Tanggung Jawab ke PAW Kepala Desa

- Redaksi

Selasa, 31 Desember 2024 - 15:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: keadaan proyek pekerjaan irigasi oleh hippa Air Barokah

SAMPANG||ANGKAT BERITA – Proyek HIPPA Air Barokah di Desa Bancelok tengah menuai sorotan tajam setelah ditemukan dugaan penyalahgunaan dana yang melibatkan sejumlah pekerjaan yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Material yang digunakan dalam proyek ini, seperti pasir dan batu, terkesan tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya. Bahkan, ada beberapa titik  pekerjaan yang dikerjakan ulang seolah-olah hanya pembaruan dari pekerjaan lama, menimbulkan kecurigaan bahwa dana proyek telah diselewengkan.

Yang semakin mencurigakan, dari pantauan media di lapangan, terlihat bahwa pekerjaan tersebut sudah menunjukkan keretakan di beberapa bagian, khususnya di ujung dan di tengah struktur, padahal pekerjaan belum sepenuhnya selesai.

Keretakan yang muncul pada tahap awal ini menjadi tanda tanya besar mengenai kualitas pengerjaannya. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek ini tidak dikerjakan sesuai dengan prosedur dan standar yang berlaku.

Penjelasan yang diberikan oleh pekerja yang ada ditempat proyek pun semakin mengundang kekhawatiran, pekerja proyek mengungkapkan bahwa campuran semen dan pasir yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah dengan perbandingan 1:8, yang jauh dari standar yang seharusnya.

Baca Juga :  Tepis Isu Pemotongan Honor, Ketua SPPG Kraton Tegaskan Pembayaran Relawan Sesuai Regulasi

Campuran yang tidak sesuai ini bisa menjadi salah satu penyebab utama keretakan yang terjadi, serta mencerminkan betapa rendahnya perhatian terhadap kualitas dan kelayakan material yang digunakan.

Yang semakin mengundang perhatian adalah respons Ketua HIPPA Air Barokah, Muhammad Muhlis, yang ketika dimintai tanggapan terkait temuan ini, justru mengalihkan tanggung jawab kepada PAW Kepala Desa Bancelok, Yanto.

Alih-alih memberikan klarifikasi langsung, Muhlis terkesan menghindar dari pertanyaan yang mengarah langsung kepada dirinya. Yang lebih mencurigakan, Muhlis dengan cepat mengarahkan tanggung jawab kepada Yanto, kepala desa yang baru, seakan-akan ia tidak terlibat sama sekali dalam pengawasan proyek ini.

Namun, justru inilah yang menimbulkan pertanyaan lebih besar. Apa sebenarnya peran Klebun (Kepala Desa) Bancelok dalam proyek ini? Apakah ia hanya bertanggung jawab dalam mendukung administrasi semata, ataukah dia turut memiliki kendali langsung dalam pelaksanaan proyek tersebut? Mengingat keterlibatannya dalam mengarahkan tanggung jawab kepada pihak lain, banyak pihak yang mempertanyakan apakah Yanto memiliki kuasa lebih dalam proyek ini atau sekadar menjadi figur administratif belaka.

Baca Juga :  Satu Setengah Tahun "Stagnan", Formatur Tuding Ada Sabotase Birokrasi di Pemkab Pamekasan

Tindakan Muhlis yang terlihat menghindar dari klarifikasi justru menambah kecurigaan adanya permainan di balik layar yang melibatkan sejumlah pihak. Pengawasan yang lemah dan ketidakjelasan tanggung jawab dalam proyek ini dapat mengarah pada penyalahgunaan dana yang merugikan masyarakat Desa Bancelok.

Sebagai respons terhadap temuan ini, Team Garuda08 yang dikenal sebagai kelompok pengawas dan aktivis, berencana untuk mengambil langkah tegas dengan menyurati Ketua HIPPA Air Barokah serta Balai Besar BBWS P3-TGAI. Surat tersebut akan mengingatkan kedua pihak tersebut tentang pentingnya pengawasan yang lebih ketat dan transparansi dalam proyek ini, mengingat dugaan penyalahgunaan dana dan kualitas pekerjaan yang meragukan.

Tak hanya itu, Team Garuda08 juga mengungkapkan bahwa mereka akan melanjutkan pelaporan ini ke Aparat Penegak Hukum (APH), agar dugaan penyalahgunaan dana dan kualitas proyek yang buruk ini segera diselidiki lebih lanjut

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru