
Bangkalan.angkatberita.id.
Beberapa instansi pemerintah di Kabupaten Bangkalan dikabarkan sering mengalami keterlambatan dan gangguan pada layanan internet. Menanggapi hal tersebut, Anang Affandi Kepala Bidang Aptika
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bangkalan yang sering disapa Anang memberikan penjelasan untuk meluruskan persoalan yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, sistem layanan internet di lingkup pemerintah daerah terdiri dari dua lapisan utama, yakni jalur komunikasi dan sistem aplikasi.
“Ketika ada gangguan di salah satu instansi, penyebabnya bisa berasal dari dua hal, yakni gangguan jaringan internet atau gangguan sistem layanan itu sendiri,” ujarnya. Kamis, (16/10)
Anang mencontohkan layanan publik seperti di Mal Pelayanan Publik (MPP) yang di dalamnya terdapat layanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Menurutnya, seluruh sistem Dukcapil bersifat terpusat di tingkat nasional.
“Dukcapil daerah hanya sebagai pendukung. Jadi, kalau terjadi kendala, tidak serta merta semuanya karena gangguan internet di daerah,” jelasnya.
Pihak Kominfo, lanjutnya, terus melakukan pemantauan melalui alat monitoring yang terpasang di setiap instansi.
“Dari kami sudah ada penanganan internal di masing-masing instansi. Namun perlu dipahami, peran kami hanya sebatas penyedia sarana internet, sedangkan sistem layanan kembali ke OPD masing-masing,” kata Anang.
Terkait kapasitas kecepatan jaringan atau penambahan bandwidth (Mbps), pihaknya mengaku belum dapat melakukan peningkatan karena alasan efisiensi anggaran.
“Kami menghimbau agar seluruh instansi menggunakan internet secara maksimal untuk kegiatan pelayanan publik. Sebisa mungkin kegiatan di luar kepentingan kantor dilakukan di luar jam kerja,” katanya.
Kabid Anang juga mengungkapkan, anggaran tahunan untuk layanan internet di Bangkalan sebesar Rp 1,5 miliar, dan jumlah tersebut cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ia menyebut anggaran itu lebih rendah daripada kabupaten lain di Madura.
“Kalau dibandingkan dengan daerah lain seperti Sampang atau Pamekasan, anggaran kita jauh lebih kecil. Jadi, kami harus lebih berhati-hati dalam pengelolaannya, kalau gak percaya silahkan cek langsung kesana,” candanya.
Diinfokan juga saat ini, Pemkab Bangkalan menggunakan layanan IndiBiz milik Telkomsel sebagai penyedia utama jaringan internet. Ia berharap masyarakat serta jajaran instansi pemerintah dapat memahami keterbatasan yang ada dan memaksimalkan layanan yang tersedia.
“Dengan kondisi yang terbatas ini, kami tetap berupaya agar layanan publik berbasis internet di Bangkalan bisa berjaan optimal,” pungkasnya.
Robin







Komentar