
SAMPANG, angkatberita.id– Proyek Pemeliharaan Berkala/Peningkatan Struktur Jalan Karang Penang Onjur – Bulmated yang dikerjakan CV. Ridho Karya dengan nilai kontrak Rp 690,4 juta menjadi sorotan tajam setelah pantauan lapangan menemukan dugaan pekerjaan asal-asalan.
Tim media menemukan fakta mencolok di lokasi pekerjaan: wermes, tulangan baja yang seharusnya terletak di tengah tebal beton untuk menahan gaya tarik, justru diletakkan di dasar, kondisinya tanpa ganjal, sambungan besi terlalu pendek, dan yang lebih parah lagi pemasangan wermes tidak merata di sepanjang jalan, ada bagian yang sama sekali tidak dipasangi, sehingga kekuatan struktur jalan menjadi timpang.
Roif Fitrianto ST, konsultan teknik asal Madura ini menguatkan, dalam pernyataannya bahwa kesalahan pemasangan ini sangat fatal.
“Kalau wermes dipasang di dasar, itu sama saja besinya tidak bekerja, fungsi penahan retak hilang, dan umur beton bisa turun drastis, sambungan pendek juga membuat kekuatan tarik terputus,” tegasnya. Minggu (10/08)

Menurut Roif, kesalahan ini bukan hanya tanggung jawab kontraktor pelaksana, tetapi konsultan pengawas adalah pihak yang paling bertanggung jawab memastikan mutu pekerjaan sesuai spesifikasi.
“Pengawas lapangan dibayar untuk memastikan semua metode kerja benar, kalau sampai terjadi kesalahan seperti ini, artinya pengawasan lalai atau dibiarkan,” tambahnya.
Saat dimintai keterangan, Edy Widodo, Direktur CV. Ridho Karya, mengklaim pekerjaannya sudah sesuai prosedur.
“Wermes sudah dipasang di tengah rabat beton setebal 10 cm, karena total ketebalan rabat 20 cm,” ujarnya.
Namun, pernyataan ini dinilai bertolak belakang dengan bukti visual di lapangan.
Ketua Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI), Ahmad, menegaskan pihaknya akan membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Kalau kualitasnya asal-asalan, itu sama saja merampok hak publik, kami akan laporkan secara resmi agar bisa dibuktikan di ranah hukum,” ujarnya lantang.
Proyek yang semestinya menjadi solusi perbaikan jalan justru dikhawatirkan menjadi bom waktu kerusakan, warga Karang Penang hingga Bulmated berpotensi kembali menghadapi jalan retak dan rusak jauh sebelum masa pakainya tercapai, sementara kontrak proyek sudah telanjur dibayar penuh.
(BBG)







Komentar