
Sumenep||https://Angkatberita.id-Viral-nya pengangkatan pegawai melalui jalur Ikatan Kerja Sama (IKS) yang ditengarai bermasalah di RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep, Jawa Timur membuat pejabat pemkab panik.
Salah satunya Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep Edy Rasyadi yang terkesan plin-plan dalam menanggapi keberadaan pegawai “siluman”.
Mengawali pembicaraan dengan Angkat Berita, Edy meminta media ini untuk mengonfirmasi langsung kepada Direktur RSUD Erliyati saat masuk kantor karena dirinya tidak tahu dan tidak berwenang.
“BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) sudah mandiri bukan ranah kami,” dalihnya.
Namun saat ditanya soal keberadaan IKS yang sudah lama di rumah sakit pelat merah itu, Edy justru terkesan mencari celah untuk pembenaran.
“Makanya nanti tanyakan ke Direktur RSUD, saya kan tidak tahu ceritanya, baru tahu dari sampean Mas. Dikhawatirkan IKS itu tenaga dokter spesialis,” kelitnya.
Seperti diberitakan, sebanyak 51 pegawai RSUD yang masuk jalur IKS hingga pertengahan 2025. Dari jumlah tersebut, diantaranya dokter spesialis.
Namun tidak sedikit pula diantara mereka yang merupakan tenaga administratif yang ditengarai masuk lewat jalur “belakang”. Seperti pegawai berinisial S yang baru masuk, BN diduga bawaan Direktur RSUD, dan HB yang diduga titipan senior di rumah sakit.(Asm)







Komentar