SAMPANG (ANGKAT BERITA) Klaim dalam pemberitaan Media Center Sampang (MCS) Organisasi Politik Bentukan Kabupaten Sampang ini, yang menyebut indikator capaian RPJMD Kabupaten Sampang tahun 2025 telah “melampaui target” menuai sorotan, pasalnya, sejumlah data yang dipublikasikan justru dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan narasi yang dibangun.
Pengamat kebijakan publik, Agus Sugito, menilai penyampaian informasi kepada publik harus berpijak pada data yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan pada narasi yang berpotensi membentuk persepsi keberhasilan.
“Kalau target IPM yang ditetapkan sebesar 67,35, sementara realisasinya 67,23, maka secara sederhana target itu belum tercapai, karena itu, penggunaan frasa ‘melampaui target’ patut dipertanyakan, data harus berbicara apa adanya,” kata Agus, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memang patut diapresiasi, namun, apresiasi tidak boleh mengaburkan fakta bahwa realisasi masih berada di bawah target apabila mengacu pada angka yang dipublikasikan.
Agus juga menyoroti narasi mengenai Umur Harapan Hidup (UHH) dalam pemberitaan disebut terjadi kenaikan 0,23 persen, padahal berdasarkan data kenaikannya adalah dari 73,66 tahun menjadi 73,89 tahun atau naik 0,23 tahun.
“Kesalahan penyajian angka sekecil apa pun dapat memengaruhi pemahaman masyarakat, karena itu, penyampaian data harus presisi dan tidak boleh dibungkus dengan istilah yang berlebihan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus menilai pengaitan kenaikan UHH dengan membaiknya pelayanan RSUD dr. Mohammad Zyn juga memerlukan dasar akademik dan kajian yang jelas.
“Tidak semua kenaikan indikator otomatis dapat diklaim sebagai hasil dari satu program atau satu institusi, harus ada evaluasi dan pembuktian berbasis data agar tidak menjadi klaim sepihak,” tegasnya.
Di sektor ekonomi, Agus mengakui pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang yang mencapai 3,45 persen merupakan perkembangan positif dibandingkan tahun sebelumnya, namun, menurutnya capaian itu tidak boleh dijadikan alasan untuk menyimpulkan bahwa seluruh target pembangunan telah berhasil dilampaui.
“Pertumbuhan ekonomi memang meningkat, tetapi masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur maupun nasional, artinya, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, jangan hanya menampilkan sisi yang menguntungkan, sementara indikator yang belum memenuhi target diabaikan,” katanya. Selasa (28/07)
Agus menegaskan, media yang menjadi saluran informasi pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi secara objektif, berimbang, dan transparan.
“Media informasi pemerintah seharusnya menjadi sarana keterbukaan informasi publik, bukan sekedar etalase keberhasilan, masyarakat berhak mengetahui capaian, kekurangan, sekaligus tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah, transparansi adalah fondasi kepercayaan publik.”
Ia pun mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada pencitraan melalui permainan diksi.
“Kepercayaan publik dibangun oleh kejujuran data, bukan oleh judul yang bombastis, kallau memang ada target yang belum tercapai, sampaikan apa adanya, justru sikap terbuka akan menunjukkan pemerintah yang dewasa dan bertanggung jawab,” pungkas Agus.

Komentar