Breaking News

Diduga Langgar Spesifikasi, Proyek P3-TGAI Desa Buker Minta Asta dan Tenaga Ahli Segera Turun

Atas temuan tersebut, Asisten Tenaga Ahli (Asta) dan Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Balai (KMB) BBWS Brantas diminta segera turun ke lokasi

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•271 tayangan

SAMPANG (ANGKAT BERITA) Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) atau HIPPA di Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, kembali menjadi sorotan, pelaksana kegiatan diduga tetap mengabaikan petunjuk teknis (juknis) meski sebelumnya telah berkali-kali diingatkan oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) agar pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi. Kamis (23/07)

Berdasarkan hasil pantauan media ini di lapangan, pasangan batu pada saluran irigasi diduga dikerjakan tanpa spesi (adukan semen) yang memadai, selain itu, pondasi diduga tidak sesuai dengan shop drawing atau gambar kerja, sementara material yang digunakan juga diduga menggunakan batu kapur, bukan batu belah atau batu kali yang memiliki kekuatan lebih baik untuk konstruksi irigasi.

Jika dugaan tersebut benar, kualitas bangunan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan berpotensi mengalami kerusakan sebelum masa manfaatnya berakhir.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, pendamping lapangan sebelumnya telah melakukan sosialisasi sekaligus mengingatkan pelaksana agar pekerjaan mengikuti juknis Program P3-TGAI, namun, arahan tersebut diduga tidak diindahkan sehingga pekerjaan tetap dilaksanakan dengan cara yang diduga menyimpang dari ketentuan teknis.

Sikap pelaksana yang tetap mengabaikan peringatan tersebut dinilai mencerminkan ketidakpatuhan terhadap standar pelaksanaan proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) padahal, setiap pekerjaan P3-TGAI wajib dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis agar hasil pembangunan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya petani.

Atas temuan tersebut, Asisten Tenaga Ahli (Asta) dan Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Balai (KMB) BBWS Brantas diminta segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. 

Apabila hasil verifikasi membuktikan pekerjaan tidak sesuai juknis maupun shop drawing, maka pelaksana harus diperintahkan membongkar dan memperbaiki seluruh bagian yang tidak memenuhi spesifikasi sebelum pencairan termin berikutnya dilakukan.

Langkah tegas tersebut dinilai penting agar Program P3-TGAI tidak menjadi proyek yang sekedar mengejar penyelesaian fisik, tetapi benar-benar menghasilkan bangunan irigasi yang berkualitas dan tahan lama.

Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana proyek belum memberikan tanggapan. Media ini juga telah berupaya mencari dan mengonfirmasi identitas Ketua HIPPA kepada sejumlah warga Desa Buker, namun, hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh informasi mengenai Ketua HIPPA dan belum ada pihak yang memberikan respon.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer