BPPKAD Salahkan Inspektorat soal Gaji Pegawai “Siluman” RSUD Sumenep

- Redaksi

Kamis, 26 Juni 2025 - 10:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Atas: Kantor Inspektorat Sumenep. Bawah: Kantor BPPKAD Sumenep

 

Sumenep||https://Angkatberita,id– Dugaan keberadaan pegawai “siluman” yang diduga digaji dari dana APBD di RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep, makin menguak fakta memalukan. Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep justru melempar tanggung jawab ke Inspektorat.

Kabid Anggaran BPPKAD, Fardiansyah, terang-terangan mengaku tidak mengetahui secara detail soal aliran dana miliaran rupiah yang ternyata mengalir ke pos gaji pegawai “titipan”.

“Kami hanya menerima beres. Prosesnya dari rumah sakit dan Inspektorat. Yang bisa lebih dalam itu ya Inspektorat dalam masa “review”, tanya saja ke mereka,” ujarnya kepada Angkat Berita, seolah lepas tangan.

Baca Juga :  Aktivis Sumenep Laporkan Pabrik Ternak Pita Cukai Dan Pabrik Rokok Bodong di Sumenep

Lebih mencengangkan, gaji untuk para pegawai yang disebut-sebut masuk melalui jalur “belakang” itu, diduga disamarkan lewat kode rekening belanja gaji pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hingga kini, masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.

Sementara itu, Inspektorat yang seharusnya menjadi garda pengawas keuangan daerah, juga angkat tangan. Irban III Inspektorat Sumenep, Asis Munandar, justru berdalih bahwa rumah sakit tidak wajib melaporkan detail penggunaan anggarannya.

Baca Juga :  Sutomo Beternak Pita Cukai, Berlindung Dibalik Nama Besar H. Edi?

“Dalam Permennya, rumah sakit cukup menyampaikan program dan RBA (Rencana Bisnis Anggaran). Tidak harus serinci itu,” kilah Asis, yang justru mengundang lebih banyak tanda tanya.

Seperti diberitakan, terdapat 51 pegawai yang masuk jalur IKS hingga pertengahan 2025. Informasinya, total gaji pegawai IKS yang disamarkan pada gaji pegawai BLUD hingga ratusan juta tiap bulannya, yang diambil dari belanja pegawai RSUD.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru