
SAMPANG || ANGKAT BERITA – Muncul dugaan bahwa beras bantuan sosial (bansos) yang seharusnya disalurkan kepada warga di Desa Karang Penang Onjur, Kabupaten Sampang, diduga dijual untuk membayar pajak desa, informasi ini beredar berdasarkan hasil monitoring serta keterangan sejumlah warga.
Dikutip dari salah satu media online, Seorang warga berinisial WR mengungkapkan bahwa hingga November 2024, warga desa tersebut belum menerima beras bansos yang menjadi hak mereka. Rabu (29/01/25)
“Kami mempertanyakan hal ini karena desa lain sudah menerima bantuan dan mengalami pergantian tahap, tetapi Desa Karang Penang Onjur justru belum mendapatkan jatah tahap terakhir,” ujar WR saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, WR menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia dapatkan, beras tersebut dijual untuk menutup pembayaran pajak tahunan desa. “Kami ketahui kalau beras tersebut dijual untuk bayar pajak tahunan, jadi bantuan untuk warga tidak tersampaikan,” ungkapnya.
Selain itu, beredar rekaman suara yang diduga berasal dari seseorang yang terlibat dalam kasus ini. Dalam rekaman tersebut, suara itu mengakui bahwa beras bansos digunakan untuk membayar pajak desa yang mencapai sekitar Rp42 hingga Rp43 juta.
Saat dikonfirmasi, Penjabat (PJ) Kepala Desa Karang Penang Onjur memberikan tanggapannya dalam bahasa Madura:
“Manabih eyangkaah sae koordinasi sareng penyalur jugen, takok gun Benni desa Onjur Se kejadian ngak nikah, saporanah gun aperrik saran,” ucapnya.
Pernyataan tersebut berarti: “Kalau mau diangkat, lebih baik koordinasi juga dengan penyalur. Takutnya bukan hanya Desa Onjur yang mengalami hal seperti ini. Maaf, saya hanya memberikan saran.”
Ia juga mempertanyakan mengapa hanya desanya yang disorot dalam kasus ini. “Katanya sampean sudah ke tokoh yang bersangkutan, makanya saya juga sarankan ke pihak penyalurnya juga, biar informasinya imbang. Sekalian tanya ke pihak penyalur bagaimana dengan desa lainnya. Kenapa hanya Onjur?” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak pemerintah desa maupun penyalur bansos terkait dugaan tersebut.








Komentar