
Sumenep, angkatberita.id – Ditengah gencarnya operasi pemberantasan rokok ilegal di Madura, justru muncul dugaan keterlibatan pengusaha tembakau kaya raya asal Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.
Sosok itu bernama H. Mukmin kini jadi sorotan. Bukan lagi sekadar dikenal sebagai pengusaha tembakau sukses, ia disebut-sebut menjadi pemilik jaringan rokok ilegal bermerek “Gico, Dubai, dan Fantastic”.
Ironisnya, produk rokok tanpa pita cukai resmi tersebut kini merajai warung-warung kecil hingga toko kelontong di pelosok Sumenep. Peredarannya begitu mulus, seakan memiliki jalur distribusi khusus yang kebal dari sentuhan aparat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Angkat Berita, bisnis haram tersebut ditengarai mendapat “perlindungan” dari oknum Bea Cukai Madura, Pemerintah Daerah, hingga Aparat Penegak Hukum (APH).
“Mustahil tempat produksi rokok itu ditindak, karena punya backing kuat. Semua tahu siapa pemiliknya, tapi aparat lebih memilih tutup mata,” ungkap salah seorang warga Ganding, Sabtu (23/8/2025).
Aktivis muda pengawas industri rokok ilegal Sumenep, Bagas Arrazy, menyebut maraknya rokok merek Gico, Dubai, dan Fantastic bukan sekadar pelanggaran administrasi. Lebih jauh, ini adalah bentuk perampokan terang-terangan terhadap negara melalui sektor cukai dan pajak.
“Kalau peredaran rokok ilegal ini terus dibiarkan, artinya Bea Cukai, Pemda, dan APH sudah kalah telak. Negara jelas-jelas kemalingan. Ini harus segera dihentikan,” tegas Bagas.
Ia mendesak agar BC Madura, Pemerintah Daerah, dan Kepolisian tidak lagi berpura-pura buta. “Jika terbukti ilegal, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai rakyat melihat negara kalah oleh mafia rokok bodong,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, aktivitas produksi rokok ilegal telah melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Namun, hingga kini, jaringan bisnis tersebut seolah berjalan tanpa hambatan.
Kinerja Bea Cukai Madura dan aparat penegak hukum pun dipertanyakan. Alih-alih membongkar, mereka justru dianggap membiarkan peredaran rokok ilegal yang terus menggerus pendapatan negara.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, baik H. Mukmin maupun aparat terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Namun, semakin meluasnya distribusi rokok Gico, Dubai, dan Fantastic menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan serta dugaan adanya permainan besar di balik bisnis haram tersebut.(Asm)







Komentar