Akhir Tahun, Seluruh Desa di Sampang Belum Lapor Dana Desa Tahap 1

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 06:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang (ANGKAT BERITA) – Hingga akhir tahun 2025, seluruh desa di Kabupaten Sampang belum melaporkan realisasi Dana Desa tahap 1 ke aplikasi OMSPAN Kemenkeu, padahal, dana tersebut sudah dicairkan sejak 10 Juni 2025 dengan nilai ratusan juta rupiah per desa. Jum’at (04/10)

Koordinator Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI), Achmad, menegaskan bahwa kelalaian tersebut bukan masalah sepele.

“Ini jelas pelanggaran aturan, dana sudah cair sejak pertengahan tahun, tapi hingga sekarang laporan realisasi tidak ada, publik berhak bertanya, uang rakyat itu digunakan untuk apa?” tegas Achmad.

Baca Juga :  Tukar Guling Lahan Puskesmas Karangpenang Masih Abu-abu, Dinkes Sampang Bungkam

Achmad merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor 145/PMK.07/2023 tentang Pengelolaan Dana Desa, khususnya Pasal 52, aturan tersebut menyebutkan bahwa:

Desa wajib menyampaikan laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa secara elektronik melalui aplikasi OMSPAN.

Laporan realisasi merupakan syarat utama untuk pencairan Dana Desa tahap berikutnya.

Artinya, jika laporan tidak segera disampaikan, maka pencairan tahap 2 dan 3 otomatis tertahan.

“Kalau sampai akhir tahun tidak ada laporan, itu berarti desa-desa di Sampang tidak bisa mencairkan tahap selanjutnya, akibatnya, pembangunan desa macet dan masyarakat dirugikan. DPMD juga tidak bisa cuci tangan karena seharusnya melakukan pembinaan,” tambah Achmad.

Baca Juga :  Pinjam CV dan Monopoli Proyek: Dugaan Penyimpangan APBD Sampang, Akan Berujung Laporan.

GASI menilai keterlambatan ini bisa berimplikasi serius, bahkan menimbulkan temuan inspektorat atau BPK, karena ada penerimaan dana tanpa pertanggungjawaban, mereka mendesak Pemkab Sampang melalui DPMD segera menertibkan administrasi dana desa agar laporan realisasi segera masuk sebelum tahun anggaran ditutup.

Berita Terkait

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Orasi Memanas, Formatur Tuding Kasi Pidsus Kejari Pamekasan “Goblok” dan “Bangsat”
Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Melalui Komunitas Pembudidaya Lele, Bangkalan Targetkan Hingga 10 Ton per Hari,
Berbagi Berkah Ramadan, Danlanal Batuporon Bagikan Takjil Gratis di Tanean Suramadu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Orasi Memanas, Formatur Tuding Kasi Pidsus Kejari Pamekasan “Goblok” dan “Bangsat”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Berita Terbaru